CEO Ini Viral Karena Menjual Perusahaannya Dan Kasih Bonus Rp 4 Triliun untuk 540 Karyawannya, Setiap Karyawan Dapat Rezeki Nomplok Rp 7 Miliar, Awalnya Dikira Lelucon

Graham Walker, mantan CEO perusahaan manufaktur Fibrebond Corp yang berbasis di Louisiana, Amerika Serikat, memberikan bonus total sebesar 240 juta dolar AS (sekitar Rp4 triliun) kepada 540 karyawan tetapnya pada akhir Desember 2025.

Graham Walker, mantan presiden dan CEO Fibrebond Corporation di Louisiana, menjadi berita utama setelah menjual perusahaannya seharga 1,7 miliar dolar dan memberikan bonus sebesar 240 juta dolar kepada seluruh 540 karyawan tetapnya.

Menurut The Wall Street Journal, Walker bersikeras agar rencana bonus tersebut menjadi bagian dari kesepakatan ketika Fibrebond diakuisisi oleh Eaton, sebuah perusahaan manajemen daya global.

Ia ingin memastikan bahwa orang-orang yang telah bersama-sama membangun perusahaan tersebut turut serta langsung dalam kesuksesannya.

Menurut Financial Express, bonus tersebut bervariasi tergantung pada lamanya masa kerja dan kelanjutan pekerjaan setiap karyawan. Jika dirata-rata, setiap karyawan menerima sekitar 443.000 dolar AS (sekitar Rp6,8 miliar hingga Rp7,4 miliar). Jumlah bonus yang diterima setiap orang bervariasi tergantung pada masa kerja mereka.

Para karyawan terkejut ketika menerima surat pemberitahuan dari perusahaan, beberapa awalnya mengira itu hanya lelucon.

Keuntungan tak terduga ini mengubah hidup mereka dalam semalam dan mencerminkan keyakinan Walker bahwa loyalitas dan kerja keras harus dihargai.

Aksi ini menjadi viral karena Walker bersikeras memberikan bonus tersebut meskipun para karyawannya tidak memiliki saham di perusahaan.

Berikut adalah poin-poin utama dari peristiwa tersebut:

  • Syarat Penjualan Perusahaan: Walker menjual perusahaannya ke raksasa manajemen energi, Eaton, senilai 1,7 miliar dolar AS. Ia mengajukan syarat tegas bahwa 15% dari hasil penjualan harus dialokasikan untuk bonus karyawan.
  • Rata-rata Bonus Fantastis: Jika dirata-rata, setiap karyawan menerima sekitar 443.000 dolar AS (sekitar Rp6,8 miliar hingga Rp7,4 miliar). Jumlah bonus yang diterima setiap orang bervariasi tergantung pada masa kerja mereka.
  • Ketentuan Pengambilan: Untuk menjaga stabilitas operasional selama transisi, bonus tersebut diberikan secara bertahap selama lima tahun, dengan syarat karyawan tetap bekerja di perusahaan selama periode tersebut.
  • Alasan di Balik Keputusan: Walker menyatakan bahwa ia ingin memberikan apresiasi kepada para karyawan yang telah setia mendampingi perusahaan melewati berbagai masa sulit, termasuk kebakaran pabrik pada tahun 1998 dan krisis ekonomi di masa lalu.

Tentang Fibrebond Corporation

Fibrebond Corporation adalah perusahaan manufaktur asal Louisiana, AS, yang berspesialisasi dalam merancang dan memproduksi solusi kelistrikan dan mekanik kompleks, seperti modul listrik dan struktur tahan lama untuk sektor pusat data, industri, dan utilitas, dan baru-“saja” diakuisisi oleh Eaton senilai miliaran dolar pada tahun 2025.

Perusahaan ini terkenal dengan inovasinya dalam membuat penampungan peralatan listrik (powerhouses) yang dapat dipasang di lokasi dengan cepat, mendukung infrastruktur digital global.


Profil Singkat Fibrebond:

  • Didirikan: 1982 oleh Claud Walker (ayah dari Graham Walker)
  • Kantor Pusat: Minden, Louisiana.
  • Produk Utama: Modul listrik, struktur beton/baja/hibrida, penampungan daya untuk pusat data, jaringan fiber, dan utilitas.
  • Keahlian: Menggunakan otomatisasi dan desain cerdas untuk menyederhanakan konstruksi infrastruktur listrik skala besar.
  • Akuisisi: Diakuisisi oleh Eaton pada 2025.

Secara ringkas, Fibrebond adalah perusahaan manufaktur teknologi tinggi yang menyediakan komponen penting untuk infrastruktur digital dan energi, yang kini menjadi bagian dari Eaton.

Graham Walker adalah anak kandung dari Claud Walker.

Claud Walker merupakan pendiri perusahaan Fibrebond di Minden, Louisiana, pada tahun 1982. Graham Walker kemudian meneruskan jejak ayahnya dan menjabat sebagai CEO di perusahaan keluarga tersebut hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjual perusahaan tersebut pada tahun 2025.

(dari berbagai sumber)

Komentar