Bukan hanya kamu yang tahu soal pathways

Nampaknya, minggu ini akun-akun bimbingan kuliah LN, konseling kuliah LN, konsultan pendidikan LN, aktivis pendidikan LN, dkk dsbgnya sedang kebakaran jenggot gara-gara kasus Gibran.

Mereka serba salah. Ada yang memilih nonton, ada yang memilih ngamuk, sampai bilang orang lain bego, tidak paham.

Duh, ketahuilah, orang lain itu juga paham loh soal pathways, sistem pendidikan negara lain, dll. Bahkan banyak yang menjalaninya, anak-anaknya ikut jalur tsb.

1. Tidak ada yang sedang merendahkan, menghina pathways. Ayolah, itu tuh memang begitu adanya. Memang ada yang tidak ada ijazah SMA-nya, dan tetap bisa S1 di LN, sepanjang kampusnya mau terima. Tapi TIDAK semua kampus mau (kamu jangan ke-PD-an bilang semua mau). Setiap kampus, setiap negara punya peraturan sendiri.

2. Tapi UU negara kita bilang: capres/cawapres, wajib tamat SMA. Apa arti tamat? Punya ijazah. UU yang bilang. Misal di Amerika Serikat, ditulis, presiden wajib lahir di AS. Titik final. Nggak adil dong, politisi seperti Zohran Mamdani gimana? Namanya juga konstitusi, sekali ditulis begitu, mau apa?

3. Nah, jika UU mau diubah, monggo. Kamu nego-kan sama parpol-parpol, minta diubah. Tapi sepanjang tidak pernah diubah, begitulah realitasnya. UU bilang, wajib SIM buat nyetir, kamu tidak punya SIM, gimana dong? Mau jejeritan serak, tetap tidak bisa.

4. Keluarga JOKOWI tahu persis peraturan ini. Bahkan dia tahu persis soal usia minimal 40 tahun. Dan inilah kunci dari segala masalah. Apa itu? Keluarga JOKOWI menekuk peraturan agar anaknya lolos. Lewat Paman Usman, mereka mengubah batas usia. Lewat pengaruhnya, surat keterangan penyetaraan anaknya selesai kurang dari 24 jam di Kemendiknas. Sangat diistimewakan. Paham tidak?

5. Kamu sih, jejeritan, maki-maki orang lain bodoh tidak paham sistem pendidikan LN. Duuuh Gusti, orang lain itu paham realitasnya. Jalur model Gibran memang tidak punya ijazah SMA. Bisa lulus S1? Bisa. Apa anehnya? Orang lain juga tahu. Tapi jika mau capres/cawapres, sepanjang UU bilang wajib tamat SMA, kamu mau apa? Tetap ngamuk-ngamuk, jejeritan?

Yuk, mulai edukasi klien, followermu, bahwa “ijazah SMA penting buat capres/cawapres”. Itulah realitasnya.

–fb Tere Liye-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 komentar

  1. termasuk gus mus tanpa ijazah SMA, lulus S1. lumayan banyak anak² ga ngalamin klas 5 langsung ujian di klas 6. masuk SMP dah.
    UU emang ngatur nya begetoo, untuk sementara ini UU yg terbaik. sebaik apapun UU kalok manusia nya msh spt jokowi, bisa ditelikung, kelen ga suka jokowi ?? turunin gibran dulu, bisa gak ?? ngoahahahaha ngoah ngoah💃💃💃

  2. Termul mau jejeritan smp serak sok wae, tp yg jelas ada 2 kesimpulan yg bisa diambil:
    1. Gibran tdk bisa nyapres/nyawapres thn 2029 krn MK sdh ketok palu dia tdk punya ijazah (tamat) SMA atau setara;
    2. Jika Gibran ikut kejar paket C, ini akan mjd blunder jg, terbukti dia tdk punya ijazah wkt nyalon 2024 kmrn, konsekuensinya adalah pidana krn pemalsuan suket, bisa masuk penjara & tdk bisa nyalon jg.
    Jokowi mau majukan Kaesang jg nggak bisa krn blm 40 thn umurnya.
    End Game dinasti Solo … Allah sudah mengijabah doa orang2 yg terzalimi rejim jokowi, mari kita syukuri bersama …

  3. Seperti biasa, yang namanya gerombolan ANJING-ANJING KURAP PENJILAT TerMul dan TerWo BabRun alias Babi guRun Jaringan ANak CUcu Keturunan (JANCUK) PKI yang mayoritas TIDAK SEKOLAH atau GAK TAMAT SEKOLAH tetap TAK AKAN PAHAM biar dijelaskan dengan kalimat yang pali mudah‼️

    Betul kan woiii BabRun⁉️
    Ngoahahaha…😜😂😝🤣

  4. tok…….. tok…….. tok……..
    palu MK sudah menyatakan bahwa gibran ga punya ijazah SMA atau yang setara. begitupun pihak termohon, terkait, saksi dan pengacaranya. termasuk KBRI di Australia dan Singapura pun tidak ada dokumen. clear and close.
    bola panas sekarang bergulir di :
    ~ DPR untuk melakukan impeachment, beranikah ?
    ~ polri untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan karena terindikasi ada tindak pidana kriminal, beranikah ?