✍🏻Yuda W Putra
Setiap hari saya ngikutin berita perang Iran. Yang saya harapkan Bom-bom Iran nanti makin “berdaya hancur lebih besar dan makin efektif”.
Kalau kita amati lebih dalam ini bukan sekadar perang tembak-tembakan. Ini perang strategi yang sangat kompleks dan tingkat tinggi. Bukan cuma perang adu senjata militer. Ini perang intelijen, perang mental, perang opini, perang logistik, perang minyak, perang teknologi, sampai perang hitung-hitungan siapa yang kuat napasnya paling panjang.
Secara kertas, Iran memang kalah kalau dibandingkan langsung dengan Amerika dan Israel. Tapi ini bukan cerita satu lawan satu. Di belakang layar ada Rusia, ada China. Semua punya kepentingan panjang. Ini bukan film Avengers di mana sahabat langsung lompat ikut berkelahi di medan laga. Ini juga perangnya Rusia dan China tapi mereka punya cara.
Saya justru kagum dengan Iran. Puluhan tahun diembargo, tapi nggak ambruk jadi negara gagal dan miskin. Tidak menjadi negara terbelakang melainkan berubah menjadi negara yang diperhitungkan. Kondisi keterbatasan ini memaksa diri untuk mandiri. Mereka mampu membuat Rudal canggih, presisi, bahkan hipersonik. Drone mereka efektif, murah, taktis untuk perang. Buktinya dibeli Rusia untuk perang di Ukraina.
Artinya apa? Ketika angkatan bersenjata difokuskan ke pertahanan dan teknologi modern, hasilnya mereka punya kemampuan Militer yang hebat. Saya yakin sejuta % Tentara mereka tidak disuruh mengurusi koperasi desa atau program makan bergizi gratis 🤭🤭
Kalau Amerika itu singa raja hutan berbadan besar, maka Iran itu leopard. Mungkin ukurannya cuma sepertiga singa. Tapi leopard itu lincah, sabar, dan cerdik. Kemenanan Iran ini cukup dengan dia mampu bernafas panjang dalam perang ini.
Kematian pemimpin tertinggi mereka Ayatollah Khamenei ternyata bukan melemahkan malah awal dari keganasan Iran. Perang baru dimulai.
Yang agak ironis justru kita di sini. Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei malah diperdebatkan soal kafir-mengkafirkan. Katanya Syiah bukan Islam, jadi tak perlu sholat ghaib. Padahal kalau nggak mau sholat, ya sudah diam saja. Di sana jutaan orang sudah mensholatkan. Tidak perlu merasa jadi panitia akhirat lah.
Konyol nya mereka yg mabok mazhab agama ini justru seperti lupa siapa yang sebenarnya jadi musuh masyarakat global. Kalau Khameini kamu anggap musuh karena syiah emangnya yang bunuh Khameini si Netanyahu dan Trump, duo iblis itu Sunni? Yang berani melawan iblis secara terang terangan Iran kan?
Kalau pun akan ada Perang Dunia ke 3 , ke 4 siapa pemenangnya? Kalau saya sudah terlihat siapa pemenangnya. Yaitu China. Teknologi mereka berkembang cepat, agresif dan high technology. Hampir tak ada yang tak bisa mereka tiru dan bikin. Tapi China tetap China. Otak dagangnya yang dominan. Mereka bisa perang dan menang tapi kalau hitungannya tidak untung secara bisnis ya untuk apa. Buat China menguasai negara tidak perlu dengan senjata, wujudkan kemauan penguasa, padahal dijerat dengan hutang. Ketika tak mampu bayar nanti mereka akan nurut pada tuannya, sudah terbukti kan? 😊






