

UNIVERSITAS Indonesia (UI) mengundang peneliti Hoover Institution, Universitas Stanford, Peter Berkowitz, memberikan orasi ilmiah dalam kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Universitas Program Pascasarjana UI 2025 di kampus UI, Depok, Jawa Barat, Sabtu, 23 Agustus 2035. Berkowitz adalah akademikus keturunan Yahudi yang mendukung gerakan zionisme di Palestina.
SETELAH menuai banyak kritik dan protes keras di media sosial, UI akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan beralasan kurang hati-hati mengecek latar belakang pembicara.
“Adapun tentang latar belakang pembicara dari luar negeri, Prof. Peter Berkowitz (The Hoover Institutions – University of Stanford), dengan segala kerendahan hati UI mengakui kurang hatihati, dan untuk itu UI meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas kekhilafan dalam kekurangcermatan saat melakukan background check terhadap yang bersangkutan,” bunyi pernyataan poin 6 klarifikasi resmi yang disampaikan UI.
“Dalam kesempatan ini, UI juga dengan tegas menyatakan akan terus berkomitmen sesuai dengan perjuangan bangsa Indonesia dalam menghapus penjajahan dan akan melakukan perbaikan dalam semua lini tata kelola universitas untuk menjamin iklim kebebasan akademik dan demokrasi terus terawat dengan baik,” lanjut pernyataan UI.







Komentar