Brad Pitt dan Joaquin Phoenix akan memproduksi film yang berlatar di Gaza

Bintang-bintang Hollywood Brad Pitt, Joaquin Phoenix, dan Rooney Mara telah bergabung dengan sutradara peraih Oscar Jonathan Glazer dan Alfonso Cuaron sebagai produser eksekutif The Voice of Hind Rajab menjelang debutnya di Festival Film Venesia.

Disutradarai oleh sineas Tunisia peraih nominasi Oscar, Kaouther Ben Hania, film ini mendramatisasi jam-jam terakhir Hind Rajab, seorang gadis Palestina berusia enam tahun, yang tewas akibat tembakan Israel pada Januari 2024. Mobil yang ditumpangi Hind Rajab mendapat 335 tembakan dari tentara Israel.

Diproduksi bersama oleh Plan B milik Pitt, raksasa Arab Saudi, MBC, dan Film4 dari Inggris, para bintang peraih Oscar ini bukanlah satu-satunya nama besar yang muncul di bagian akhir film, menurut Deadline. Produser film Jemima Khan, desainer perhiasan Inggris Sabine Getty, dan pendiri Lionsgate Entertainment, Frank Giustra, juga tercatat sebagai produser.

The Voice of Hind Rajab, yang bersaing memperebutkan penghargaan tertinggi Golden Lion di Festival Film Venesia, dijadwalkan tayang perdana pada 3 September.

Film ini menggunakan rekaman audio asli sebagai alur narasi utama dan direkam di satu lokasi, memilih untuk berfokus pada ketegangan, keheningan, dan ketakutan yang semakin besar terhadap seorang anak yang ditinggalkan tanpa pertolongan.

Film ini akan bersaing dengan beberapa film ternama, termasuk Frankenstein karya Guillermo Del Toro, No Other Choice karya Park Chan-wook, dan A House of Dynamite karya Kathryn Bigelow.

Ben Hania, yang film terakhirnya, Four Daughters, dinominasikan untuk Film Dokumenter Terbaik di Academy Awards 2024, sebelumnya mengatakan bahwa ide untuk film tersebut muncul saat ia singgah di Los Angeles, di tengah-tengah kampanye Oscar-nya.

“Lalu, semuanya berubah. Saya mendengar rekaman audio Hind Rajab memohon bantuan (saat terjebak di mobil sebelum ditembaki Israel). Saat itu, suaranya sudah tersebar di internet,” ujarnya. “Saya langsung merasakan perpaduan antara ketidakberdayaan dan kesedihan yang luar biasa. Reaksi fisik, seperti tanah bergeser di bawah saya. Saya tidak bisa melanjutkan hidup seperti yang direncanakan.”

The Voice of Hind Rajab adalah kisah kehilangan yang sangat pribadi, tetapi juga membawa resonansi yang lebih luas, tambahnya.

“Kisah ini bukan hanya tentang Gaza. Kisah ini berbicara tentang kesedihan universal,” katanya. “Sinema dapat melestarikan kenangan. Sinema dapat melawan amnesia. Semoga suara Hind Rajab didengar.”

(Sumber: https://www.thenationalnews.com/arts-culture/film-tv/2025/08/27/brad-pitt-and-joaquin-phoenix-back-hind-rajab-film-as-producers-ahead-of-venice-debut/)

Komentar