
PRINSIP “FIFO”
Kita akan belajar pengelolaan gudang. Kita ambil contoh gudang beras. Pengelolaan stok, apalagi yang volumenya jutaan ton, memiliki satu mantra suci salah satunya FIFO, first in first out. Beras yang masuk dulu harus keluar dulu. Ini bukan sekadar aturan gudang; ini semacam filosofi hidup. Karena jika beras terlalu lama disimpan, ia mulai berubah. Aromanya menua, warnanya pudar, dan rasa nasi yang dihasilkan kehilangan jiwa. Beras bukan romansa yang makin indah ketika disimpan, ia lebih dekat dengan roti tawar kalau kelamaan, ia cuma jadi teman baik untuk kumbang beras.
Apakah beras yang disimpan setahun di gudang masih aman dimakan? Aman (dalam arti tidak beracun) biasanya masih. Tapi apakah kualitasnya baik? Nah, di sinilah jawaban menjadi lebih jujur: jarang. Beras setahun bisa mulai kehilangan wangi alaminya, tekstur nasinya sering menjadi lebih pera, dan kadang muncul aroma apek halus yang membuatmu refleks mengajak kipas angin untuk ikut membantu.
Gudang besar memang berusaha menjaga suhu dan kelembapan, tapi mustahil mencapai kondisi ideal seperti penyimpanan laboratorium. Semakin lama ia diam, semakin besar peluang kualitasnya turun. Maka FIFO itu bukan basa-basi; itu cara menyelamatkan mutu sebelum berubah menjadi kenangan pahit dan agar tidak expired.
Stok Bulog yang dibagikan saat banjir itu tidak hanya cerita tentang cadangan yang cukup, produksi yang stabil, dan impor yang menjaga bantalan nasional, tapi juga tentang waktu. Sebab beras, seperti manusia, punya batas ketika diam terlalu lama: ia tidak rusak seketika, tapi pelan-pelan kehilangan versi terbaik dirinya.
NB: Tujuan Bulog sebenarnya sederhana dan mulia, yaitu memastikan stok pangan aman, harga gabah petani tidak anjlok saat dibeli, dan harga beras di pasar tidak melambung seperti layangan putus. Stok disimpan untuk menstabilkan harga (setidaknya begitu di teori).
Kenyataannya, harga beras di lapangan sering justru menari-nari sesuka hati. Sesekali harga beras akan turun, jika stok lama ini keluar kandang. Bukan karena tujuannya tercapai, tapi karena beras sudah kutuan.
(Sumber: fb Now I Know)







Komentar