Belum beroperasi, cicilan pertama utang Kopdes Merah Putih Rp 37 T sudah jatuh tempo

Buat kalian:

1. Manajer kopdes MP
2. Kepala desa
3. Pengurus kopdes MP
4. Siapapun fans kopdes MP

Kalian harus tahu, bahwa bahkan belum betulan beroperasi kopdes ini, besok saat ayam berkokok, matahari terbit, pemerintah wajib melunasi 37 triliun cicilan pertama utang Kopdes MP ke bank.

Pun tahun depan, tahun depannya lagi, dan tahun-tahun depannya, total 240 Triliun harus dilunasi.

Jadi, bisa serius? Huhah huhah, jika kopdes ini gagal total 1-2 tahun ke depan, itu utang tetap wajib dilunasi. Huhah huhah, kalian kira ini tuh cuma pelatihan? Saat penjualan kopdes ternyata tidak setinggi itu, bahkan buat nutup operasional saja tidak cukup, itu utang akan teruuuus wajib dibayar. Sementara puluhan ribu gedung kopdes, mobil-mobilnya jadi prasasti mangkrak.

Saya sungguh berdoa itu tidak terjadi. Karena 240 T itu duit saya juga, dari pajak buku-buku saya. Tapi mau pakai semua analisis, semua teori-teori, dari berbagai pengalaman, proyeksinya suram sekali. Duuh Rabbi, bertahan 10% saja kopdes ini sudah ‘prestasi’.

Saat rezim berganti, pencetusnya sih aman-aman saja. Nasib kalian? Mbuh.

(Tere Liye)

***

Total utang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) diperkirakan mencapai Rp240 triliun. Cicilan pertama yang bernilai sekitar Rp37,7 triliun (mencakup pokok dan bunga utang) dijadwalkan jatuh tempo pada 25 September 2026.

Berikut adalah rincian mengenai skema pembiayaan utang tersebut:

  • Alokasi per Unit: Dana tersebut digunakan untuk modal awal dan pembangunan fisik sekitar 80.000 unit koperasi, di mana setiap koperasi mendapatkan plafon pinjaman maksimal Rp3 miliar.
  • Tenor Pinjaman: Pembiayaan ini dirancang dengan jangka waktu selama 6 tahun.
  • Lembaga Penyalur: Disalurkan melalui konsorsium kredit sindikasi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melalui BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

    1. Itu ruginya sudah banyak, tong. Dan banyak hutang, jatuh tempo pula. Berarti usaha seperti di atas mémang tidak layak untuk diteruakan, paham, tong? 🥴😝😂