Bagian Ketiga
PUKULAN TELAK
“Saat mengepung pasukan musuh, sisakan satu jalan keluar. Jangan terlalu menekan musuh yang sedang putus asa.” Sun Tzu.
J akhirnya sadar bahwa kuda troya P sudah terlalu jauh menghancurkan semua struktur yg dibangunnya. Rekan oligarki mengadu lagi, bahwa P memaksa mereka utk membeli patriot bonds. Tekanan demi tekanan setiap hari datang. Masa depan makin tidak pasti. Apalagi berbagai serangan datang silih berganti.
Serangan yg terus merusak nama baiknya adalah masalah ijazah. Popularitas J terus digerus. Sedangkan P yg dia harapkan utk bertindak dan melindungi, seolah gak perduli. Partai2 yg dulu bertekuk di hadapannya, mencari posisinya sendiri. Orang2 yg dia tanam di dalam supaya dirinya dapat informasi, sulit dihubungi. Nomornya ganti.
Akhirnya J mencoba memberi sinyal, “Saya dukung P dan G dua periode..” Tidak ada jawaban dari P. Kecurigaannya makin tinggi, sedangkan para oligarki terus mendesak, “Bagaimana ini ? Kenapa perhitungannya meleset semua ??”
Inilah yg membuat J akhirnya menyiapkan pasukan kecilnya. Pasukan kecil ini sebenarnya adalah rencana terakhirnya, karena ketika berkuasa J ingin jadi pemimpin pasukan merah, atau kuning atau biru. Tapi semua gagal dikuasainya krn terjadi penolakan kuat di dalam. Bahkan si biru menyimpan dendam krn sempat mau dirampok gila2an. Musuh J terlalu banyak.
Akhirnya dia keluar kandang, keliling ke daerah2 dimana dulu dirinya menang. Dia sudah tidak percaya P. Di depan baik, di belakang menghantam.
P semakin percaya diri. Dia kemudian menarik org2 J yg ada di posisi strategis, dan memindahkannya ke tempat yg “tidak punya kekuatan”. Bagi P, dia tidak melanggar deal masa lalu, krn org2 J tetap ditempatkan hanya tidak diberi kekuasaan.
Sadisnya, P mulai merekrut orang2 yg sejak lama anti pada J. Ada RG, ada SN, ada MK. Cukuplah untuk merepotkan. Diluar, si merah, si kuning dan si biru bersepakat utk menaikkan batas prosentase masuk ke Senayan, supaya pasukan J terhadang.
Apa yg terjadi pada Oligarki ?
Layaknya pengusaha, mrk takut pada penguasa. Pelan2 mrk mengubah arah.
J goyah. Semua diluar kendalinya.
Apalagi ketika P mengambil langkah yg menghantam harga dirinya..
(4 seri tulisan Denny Siregar)








This makes them a convenient choice when you want a quick match during a break or a longer gaming session when you have more free time. football games
RG= Rocky Gerung, SN=Syahganda Nainggolan, MK siapa?
margarito kamis