- Pasukan Amerika meninggalkan Irak setelah 23 tahun.
- Dan tidak ditemukan satu pun senjata pemusnah massal.
- 1,3 juta orang Irak tewas.
Pentagon secara resmi menyatakan berakhirnya operasi militer di Irak pada hari Rabu, 30 September 2026.
Pengumuman ini menandai berakhirnya kampanye militer AS selama 23 tahun yang dimulai sejak dimulai sejak 20 Maret 2003.
Kehadiran militer AS di Irak selama lebih dari dua dekade ini terbagi ke dalam dua periode utama:
1. Invasi Awal dan Perang Irak (2003–2011)
- Mulai: 20 Maret 2003. AS bersama pasukan koalisi meluncurkan invasi militer berskala besar dengan nama sandi Operation Iraqi Freedom (Operasi Pembebasan Irak) untuk menggulingkan rezim Saddam Hussein.
- Selesai: 15 Desember 2011. Fase perang pertama ini dinyatakan berakhir ketika pasukan tempur utama AS ditarik secara bertahap dari Irak.
2. Operasi Melawan ISIS dan Penarikan Total (2014–2026)
- Mulai: 2014. Militer AS kembali ke Irak dalam skala yang lebih terbatas untuk memimpin koalisi internasional guna membantu pemerintah Irak melawan kelompok teror ISIS.
- Selesai: 30 September 2026. Penarikan penuh seluruh sisa pasukan koalisi militer AS dari pangkalan terakhir mereka di Irak resmi dijadwalkan selesai pada 30 September 2026, yang menandai berakhirnya total eksistensi militer AS di negara tersebut setelah 23 tahun.
Pasca penarikan pasukan AS
🔄 Transisi ke Hubungan Keamanan Normal
- Tanggung Jawab Penuh Irak: Juru Bicara Utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa misi ini kini bertransisi dari misi koalisi masa perang menjadi upaya keamanan yang dipimpin langsung oleh Irak. Tanggung jawab utama untuk menjaga keamanan dan menekan sisa-sisa sel ISIS kini berada di tangan pemerintah Irak.
- Dukungan Non-Tempur AS: Meskipun pasukan tempur ditarik, hubungan keamanan kedua negara tidak berakhir. Departemen Pertahanan AS tetap berkomitmen untuk menyediakan pelatihan ter target dan dukungan intelijen bagi mitra-mitra di Irak.
🎖️ Peran Pasukan Kurdi (Peshmerga)
Secara khusus, Pentagon secara eksplisit menyebut Peshmerga (Pasukan Keamanan Regional Kurdistan) bersama Pasukan Keamanan Irak sebagai elemen kunci yang diharapkan memimpin stabilitas pasca-penarikan pasukan koalisi. Pengakuan formal ini dinilai membawa bobot politik yang signifikan bagi wilayah Kurdistan Irak.
⚖️ Tantangan Keamanan Geopolitik
Berdasarkan analisis para ahli yang dilaporkan oleh The National, penarikan ini membawa dinamika baru bagi kawasan Timur Tengah:
- Pengaruh Iran: Michael Knights dari Washington Institute memperingatkan bahwa penarikan mundur AS dapat membuka celah bagi Iran untuk memperdalam pengaruh politik dan militernya di Irak.
- Disarmasi Milisi: Di sisi lain, Jason Campbell dari Middle East Institute menilai ada dampak positif berupa hilangnya alasan bagi milisi-milisi pro-Iran untuk mempertahankan struktur persenjataan mereka, yang selama ini kerap menggunakan dalih keberadaan tentara asing untuk menolak pelucutan senjata. PM Irak, Ali al-Zaidi, dilaporkan telah menegaskan bahwa kelompok-kelompok bersenjata tersebut kini harus melucuti senjatanya.








pangkalan di saudi kpn bos…
dah ditarget drone, rudal, ditarget pula ama warga lokal, ya cabut deh! 😂
nah kalau di Saudi agak susah, warga lokalnya patuh ulil amri dan si ulil amri sekutu ameriki! 😅
berhasil menyerahkan Irak ke Syiah