🔴Scott Ritter, Mantan perwira intelijen Korps Marinir Amerika Serikat:
AS kalah sejak hari pertama karena kekeliruan fatal dalam memahami konteks spiritual dan tekad rakyat Iran. Tindakan provokasi dengan membunuh Ali Khamenei justru memperkuat posisi Iran dan Donald Trump telah kalah dalam perangnya sejak hari pertama.
Kesadaran dan Kesiapan Menjadi Martir (Syuhada)
Ali Khamenei beserta para pengikutnya menyadari bahwa mereka diburu oleh Amerika Serikat dan telah siap menghadapi kematian. Mereka menyadari bahwa kematian mereka memiliki tujuan yang mulia karena dengan mati, mereka memasuki status kemartiran (syahid).
Jebakan Akibat Ketidaktahuan Donald Trump
Amerika Serikat dianggap telah masuk ke dalam perangkap yang disiapkan oleh Iran sejak awal karena Donald Trump sama sekali tidak memahami keyakinan dan sejarah agama di sana. Trump tidak tahu-menahu tentang sosok Hussein, Ali, peristiwa Pertempuran Karbala, maupun konsep Syiah Dua Belas Imam
Pembunuhan Tokoh Spiritual Berdampak Fatal
Tindakan pembunuhan Ali Khamenei orang terpenting dalam keyakinan Syiah saat ini, merupakan sebuah kesalahan besar. Signifikansi Ali Khamenei seperti membunuh Paus bagi umat Katolik atau Kepala Gereja Ortodoks bagi orang Rusia.
Rakyat Iran Justru Bersatu Membela Negara
Apabila tujuan AS adalah untuk memicu rakyat Iran agar turun ke jalan, hal itu memang berhasil, tetapi dengan hasil yang sangat berlawanan dari harapan AS.
Bukannya menentang pemerintah, rakyat Iran justru memenuhi jalanan untuk meneriakkan dukungan kepada sang martir dan merapatkan barisan mendukung Republik Islam Iran.
Kekuatan Tak Terkalahkan dari Rakyat yang Siap Mati
Republik Islam Iran saat ini bisa dikatakan menjadi tidak terkalahkan. Hal ini disebabkan oleh prinsip bahwa Anda tidak bisa mengalahkan orang-orang yang sudah siap mati demi tujuan mereka.
Seluruh lapisan masyarakat Syiah di Iran, baik pria maupun wanita, telah siap menjadi martir bukan hanya untuk membela tanah air, budaya, dan sejarah, melainkan juga demi mempertahankan iman mereka.
[VIDEO]







Ya begitulah keyakinan orang2 kafir dibandingkan Muslim apapun alirannya. Orang kafir ya hidupnya utk bersenang2 di dunia saja, sementara kenikmatan dunia hanyalah fatamorgana … makanya, Mul, Termul, bilangin tuh junjunganmu, silakan berbohong sampe kiamat, tp pengadilan akhirat tidak akan bisa mengelak dan disogok …