Kritik Syahganda Nainggolan terhadap komunikasi pemerintahan Presiden Prabowo di berbagai podcast berbuah manis. Kini dia betul yang ditunjuk Presiden Prabowo menggantikan Mohammad Qodari, yang untuk kesekian kalinya digeser. Hampir selalu ada nama Mister Q—sapaan akrab Mohammad Qodari—dalam setiap reshuffle kabinet.
Mulai dari Wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), kemudian Mister Q bergeser sedikit menjadi KSP itu sendiri. Lalu bergeser lagi menjadi Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, dan kemarin bergeser lagi menjadi Sekretaris Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden). Entah ke mana lagi Mister Q bergeser, kalau ada reshuffle lagi?
Mister Q ini sebetulnya orang ketiga pula yang menduduki posisi Bakom Pemerintah. Sebelumnya ada Hasan Nasbi, dan sebelumnya lagi, ada Angga Raka Prabowo. Ketiganya boleh dibilang gagal menjadi Kepala Bakom Pemerintah. Entah mereka yang gagal atau memang menjadi Bakom Pemerintah di era Presiden Prabowo ini tak mudah?
Kalau dilihat dari segi latar belakang, Mohammad Qodari dan Hasan Nasbi itu sama. Intelektual, pengamat, pegiat survei, dan hidupnya relatif lurus-lurus saja. Jadi, kalau Hasan Nasbi saja gagal, otomatis Qodari pun juga gagal. Istilahnya, mau hasil yang berbeda dari orang yang latar belakang sama. Kalau Angga Raka tak usah dibandingkan.
Syahganda Nainggolan memang berbeda jauh dibandingkan Mohammad Qodari dan Hasan Nasbi. Intelektual, aktivis, dan seperti Jumhur Hidayat, juga pernah meringkuk dalam penjara di era Jokowi, karena memprotes keras UU Omnibus Law, yang dianggapnya terlalu berpihak kepada oligarki dan sama sekali tak berpihak kepada para pekerja.
Jadi, kalau Presiden Prabowo menginginkan hasil yang berbeda dengan menempatkan Syahganda Nainggolan, peluangnya masih ada. Minimal 50:50 (fifty-fifty). Sesuai karakteristik Syahganda, Bakom Pemerintah bakal lebih dinamis, bergairah, dan progresif. Syahganda pernah memuji Bakom Pemerintah AS, yang begitu cepat mengantisipasi apa pun yang dilakukan Presiden Donald Trump.
Apakah Syahganda Nainggolan akan berhasil? Entahlah. Kita tidak sabar juga menunggu gebrakan yang dilakukan Bang Ganda ini. Dan ini, kali kedua Presiden Prabowo menarik mantan juru bicara Anies Baswedan masuk ke dalam kabinetnya. Selamat bekerja.
(ERIZAL)








gak bakalan, ada juga di pubaya-kan
solusi terbaik untuk penyakit yang udah akut “diamputasi”
tujuan reshuffle hanya untuk menaikkan elektabilitas di survey, bukan kerja beneran. ntar kita lihat hasil survei akan naik (dikit), setelahnya nyusruk lagi lagi dan lagi 🕺🕺🕺💃💃💃🏃♂️🏃♂️
SETOOJOOO……
ga ada yang bisa dipercaya dari rezim Antartika jiakakakakakak
org2 akal sehat mulai sadar, taubat dan merapat ke kebenaran, masya Allah
Kasian Erizal die hard wowo ini ga di senggol² sama wowo cuma bisa memendam rasa iri.
setidaknya Syahganda mendapat jabatan dengan cara terhormat, dipanggil presiden. Sementara si Anak Jin Qodari sejak jaman si DONGO jilat sana-sini, kasak kusuk menjual harga diri untuk mendapatkan kursi jabatan.