Apa yang akan terjadi ketika rezim Saudi runtuh?
Runtuhnya rezim Saudi akan membawa dampak luar biasa di seluruh Timur Tengah. Saya memperkirakan peristiwa ini akan menyerupai runtuhnya Uni Soviet dan jatuhnya seluruh Blok Timur dalam hal kemampuannya meruntuhkan sistem regional secara menyeluruh serta memicu transformasi radikal yang dapat mengubah wajah Timur Tengah sebagaimana kita kenal saat ini—dan mungkin untuk selamanya.
Arab Saudi dan negara-negara monarki Teluk lainnya mendanai banyak rezim di Timur Tengah; banyak dari rezim tersebut tidak akan mampu mempertahankan cengkeraman diktator mereka terhadap rakyatnya tanpa aliran dana yang datang dari kawasan Teluk.
Mesir, Yordania, dan Suriah saat ini—bahkan sistem politik di Lebanon, belum lagi Maroko dan Tunisia—semuanya bergantung, dalam berbagai tingkat, pada dukungan finansial yang berasal dari Arab Saudi, UEA, Qatar, dan Kuwait.
Tanpa dana ini, banyak dari rezim tersebut akan menghadapi kesulitan luar biasa dalam mempertahankan struktur politik mereka saat ini.
Oleh karena itu, saya meyakini bahwa jatuhnya rezim Saudi dapat turut menyeret jatuh sejumlah rezim lain di kawasan tersebut; rezim militer di Mesir mungkin menjadi salah satu yang pertama runtuh, diikuti oleh monarki Yordania.
Jika hal itu terjadi, kita bisa menyaksikan munculnya rezim-rezim baru yang meniru model Iran dan Yaman di negara-negara tersebut, yang beberapa di antaranya berbatasan langsung dengan Israel.
Bagi pihak Israel dan Amerika, transformasi semacam itu akan menjadi bencana strategis dari segala sudut pandang.
Sistem politik dan keamanan yang berlaku saat ini di Timur Tengah sangat bergantung pada dana dari Teluk yang menjamin kelangsungan hidup banyak rezim serta aliansi yang ada.
Begitu pendanaan ini terhenti dan rezim Saudi runtuh, seluruh tatanan tersebut akan mulai hancur. Iran akan memiliki kebebasan yang hampir mutlak untuk bermanuver di wilayah Timur Tengah yang luas—begitu pula Turki—sementara rakyat Yaman mungkin akan menghadapi peluang bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memperluas kekuasaan langsung mereka ke arah utara, hingga mencapai Mekkah dan Madinah. Dengan demikian, kita bisa saja menyaksikan munculnya empat pusat kekuatan utama di Timur Tengah, yang semuanya dipersatukan oleh sikap permusuhan yang kuat terhadap Israel.
Pusat kekuatan pertama akan berada di Turki, bersama dengan Suriah dan mungkin Yordania, sementara pusat kedua akan berada di Iran, bersama dengan Irak. Pusat ketiga adalah Mesir, sedangkan Yaman akan membentuk pusat kekuatan keempat dari arah selatan.
Namun, semua ini sangat bergantung pada sifat transformasi yang akan dialami oleh Mesir.
Jika Mesir mengalami transformasi politik radikal yang serupa dengan peristiwa tahun 1950-an saat bangkitnya Gamal Abdel Nasser, kita mungkin akan menghadapi perubahan dengan skala dan dampak yang jauh lebih besar daripada apa pun yang pernah terjadi sebelumnya.
Mesir bukanlah negara biasa dalam peta keseimbangan kekuatan kawasan; negara ini memiliki sumber daya yang melimpah, populasi yang sangat besar, dan posisi geografis yang sangat strategis. Hal ini memberinya kemampuan untuk mengubah kembali keseimbangan kekuatan—tidak hanya di Timur Tengah dan Asia Barat, tetapi juga di seluruh Afrika Utara dan kawasan Mediterania.
Kembalinya Mesir sebagai kekuatan regional utama dapat memberikan hambatan berarti bagi ambisi pihak Iran, Turki, dan bahkan Yaman.
Oleh karena itu, runtuhnya Arab Saudi tidak serta-merta berarti Timur Tengah akan menjadi arena terbuka bagi ketiga kekuatan tersebut untuk saling membagi wilayah; Mesir memiliki prasyarat untuk bangkit sebagai kekuatan independen yang besar, yang mampu bersaing dengan kekuatan-kekuatan tersebut dan bahkan mengubah total keseimbangan kekuatan kawasan.
Karena alasan inilah, saya memandang potensi runtuhnya rezim Saudi sebagai peristiwa bersejarah yang signifikansinya sangat luar biasa.
Persoalannya melampaui sekadar jatuhnya sebuah monarki atau pergantian pemerintahan; ini menyangkut kemungkinan runtuhnya seluruh sistem kawasan, beserta segala rezim politik, aliansi militer, dan pengaturan keamanan yang menjadi landasannya—yang selama ini telah menjaga kelangsungan dan eksistensinya selama berpuluh-puluh tahun.
Terakhir kali Timur Tengah menyaksikan transformasi sebesar ini adalah saat invasi Napoleon ke Mesir dan peristiwa-peristiwa setelahnya, yang mengubah arah politik kawasan secara radikal serta membuka pintu bagi fase sejarah yang baru. Saya yakin bahwa saat ini kita mungkin sedang mendekati titik balik sejarah serupa—sebuah momen yang dapat mengubah total peta politik Timur Tengah, menjungkirbalikkan keseimbangan kekuatan dari wilayah Mediterania hingga Semenanjung Arab, serta meninggalkan dampak yang akan terasa hingga generasi mendatang.








GARA-GARA KEBANYAKAN TAQIYAH….
Syiah taqiah penipu
isu kontra sunni syiah yang selama ini dimainkan rezim bani saud auto runtuh..selama ini syiah dinggap lebih bahaya dari israel dan amerika sengaja dimainkan untuk memecah belah umat Islam….selanjutnya umat akan bersatu dibawah kelompok mujahiddin yg satu tujuan meninggikan izzah umat islam dan menghancurkan musuh Yahudi dan Nasrani.. Dan kekayaan bumi Islam tidak bisa lagi diambil oleh Yahudi dan Nasrani…
Bentar lagi muhibin bani Saud Bertakiyah…
kebolak
Ngeri kalo kawin kontrak jadi kebiasaan hidup seperti di Syiah Iran
TAQIYAH AKAN MERAJALELA
semoga Allah menjaga Saudi Arabia dari Syiah zionis dan kafir lainnya
ngga usah dibaca, goblog yg nulis. mengkhayalnya ngga kira². Houthi keparat, lagi sekarat, hancur lebur, in sya Allah, segera binasa. MBS tdk mau kompromi dg Iran. 100 th Kerajaan Arab Saudi Berdiri tegak, semua tetangga²nya ditimur tengah berganti² Rezim, bunuh²an. Arab Saudi, Allah yang lindungi, jaminan yg menjaga Madinah (juga Mekah). tunggu 1 bulan lagi, rezim Iran Akan Ambruk, in sya Allah. sy sdh tahu, kehancuran didalamnya.
Viral Ust Khalid Basalamah bongkar keses4tan Syi’ah Houthi Yaman, Kalian harus dengar
https://www.youtube.com/watch?v=nXpCSNy1MvU
ustad wahaboy yg tereak2x ayah setan..ayah setan…..itu junjunganmu ya
semoga rezim Wahabi segera runtuh,biar umat bisa bersatu dibawah satu komando khilafah islamiah
Islam Bersatu ayuuk lawan Syiah
Abiola Aremu Ogunlade,,, Syiah! 🤣
allahumaghfirlil mu’miniina wal mu’minaati….. ya arharrahimiiin itulah kewajiban dan kebutuhan kita sebagai hamba allah swt. saling mendoakan…
Menjelang runtuhnya kerajaan saudi, para PENGERANNYA BAKAL BEREBUT KEKUASAAN tp gak satupun dari mereka yg berhasil mendapatkannya.
Djrie…emang Bani Najed menguasai Mekkah dan Madinah tidak dengan merampas dan membantai penduduk nya serta mengusir Syarif Husein (keturunan Rasulullah) sebagai penguasa Mekkah dan Madinah ? Bani Saudi dari Najed bersama Muhammad bin Abdul Wahab itu Khawarij yang menghancurkan persatuan umat Islam.
Undangan “debat tertulis” utk para penghujat Arab Saudi [Tengku Zulkifli Usman, Hasmi Bakhtiar, Anis Matta, Tengku Zulkifli Muhammad Ali, Faris Baswedan dan Nabawi TV, Rizieq Shihab, Said Aqil Siradj, Ismail Amin, Idrus Ramli, Din Syamsudin, Marzuki Mustamar, Ajam Ashkenazi, Penanda tangan 02 April 2026 yg membela Iran dan menyerang Arab Saudi, gembong² syiah yg terlibat seminar di UI utk merebut Al Haramain dari Arab Saudi, keluarga besar Arsal Alhabsyi, Mila machmuda zamhari, Haikal Hassan Baras, Muhsin Labib, Dina sulaeman dan pendengki Arab Saudi lainnya]
https://www.facebook.com/share/p/1BGAhR2VWv/
𝗗𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗧𝗲𝗺𝗮 :
~Siapakah dan bagaimana aqidah 𝗔𝗵𝗺𝗮𝗱 𝗭𝗮𝗶𝗻𝗶 𝗗𝗮𝗵𝗹𝗮𝗻 Dan 𝗦𝘆𝗮𝗶𝗸𝗵 𝗠𝘂𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗯𝗶𝗻 𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹 𝗪𝗮𝗵𝗮𝗯 ? Pemahaman siapa yg bathil ?
~𝗠𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗱𝗴 𝗸𝗲𝗷𝗶 𝗺𝗲𝗺𝗳𝗶𝘁𝗻𝗮𝗵 𝗦𝘆𝗮𝗶𝗸𝗵 𝗠𝘂𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗯𝗶𝗻 ‘𝗔𝗯𝗱𝘂𝗹 𝗪𝗮𝗵𝗵𝗮𝗯 𝗿𝗼𝗵𝗶𝗺𝗮𝗵𝘂𝗹𝗹𝗼𝗵 𝗯𝗲𝗿𝗱𝗮𝘀𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗶𝘁𝗮𝗯 𝘆𝗴 𝗱𝗶𝘁𝘂𝗹𝗶𝘀 𝗼𝗹𝗲𝗵 𝗔𝗵𝗺𝗮𝗱 𝗯𝗶𝗻 𝗭𝗮𝗶𝗻𝗶 𝗗𝗮𝗵𝗹𝗮𝗻, 𝘀𝗲𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗿𝗮𝗳𝗶𝗱𝗵𝗼𝗵, 𝗯𝗲𝗿𝗷𝘂𝗱𝘂𝗹 “𝗔𝗱 𝗗𝘂𝗿𝗼𝗿 𝗔𝘀 𝗦𝗮𝗻𝗶𝘆𝘆𝗮𝗵 𝗳𝗶 𝗥𝗼𝗱𝗱 ‘𝗮𝗹𝗮 𝗔𝗹 𝗪𝗮𝗵𝗵𝗮𝗯𝗶𝘆𝘆𝗮𝗵”
~Sebutkan, terkait masalah “Ushul dan Amaliah” serta Kitab² (ajaran²) Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, secara ilmiyah (dengan dalil yang Shahih dan Sharih) yang “Menyelisihi” Risalah Nabi dan Manhaj Salafus Shalih (tiga generasi terbaik setelah Nabi) ?
~Mengenal Hempher Dan Fitnahnya terhadap Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab
~Siapakah pencetus ‘Arab Revolt’, sejarah dan penyebab Runtuhnya Khilafah Turki Utsmani
~Perjanjian Sykes-Picot (1916)
~Siapakah yang menjadi agen Inggris dan siapakah yang meruntuhkan Daulah Utsmaniyah?
~Siapakah dan apa peran T. E. Lawrence atau dikenal sebagai “Lawrence of Arabia”.
~Pengkhianatan Faisal bin Husein, representasi keluarga Hasyimiyah (Sufi), putra Syarif Mekkah dg tokoh Zionis internasional Dr. Chaim Weizmann (Presiden pertama negara Israel pada tahun 1949)
~Awal Mula Berdirinya Negara Yahudi di bumi Palestina
~Benarkah mitos Arab Saudi memberontak Daulah Utsmaniyah, Salafi meruntuhkan Khilafah Islam ?
~Siapakah guru Snouck Hurgronje
~Bagaimana kondisi Masjidil Haram, sebelum berkuasa Abdul Aziz Al Saud dan sesudahnya
~𝗗𝗶𝗺𝗮𝗻𝗮𝗸𝗮𝗵 “𝗡𝗮𝗷𝗱” 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗵𝗮𝗱𝗶𝘁𝘀 𝗙𝗶𝘁𝗻𝗮𝗵 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗿𝗶𝗾 (𝗧𝗮𝗻𝗱𝘂𝗸 𝗦𝗲𝘁𝗮𝗻) ? 𝗧𝘂𝗻𝗷𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗵𝗮𝗱𝗶𝘁𝘀² 𝘁𝗲𝗿𝗸𝗮𝗶𝘁 𝘆𝗴 𝘀𝗵𝗮𝗵𝗶𝗵 𝗱𝗮𝗻 𝘀𝗵𝗮𝗿𝗶𝗵.
~𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗦𝘆𝗶𝗮𝗵 𝗜𝗺𝗮𝗺𝗶𝘆𝗮𝗵 𝗜𝘁𝘀𝗻𝗮 𝗔𝘀𝘆𝗮𝗿𝗶𝘆𝗮𝗵, 𝘆𝗴 𝘁𝗲𝗿𝗰𝗮𝗻𝘁𝘂𝗺 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗞𝗼𝗻𝘀𝘁𝗶𝘁𝘂𝘀𝗶 𝗜𝗿𝗮𝗻 𝘀𝗯𝗴 𝗨𝘀𝗵𝘂𝗹 𝗗𝗶𝗻, 𝗺𝗲𝗿𝘂𝗽𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗦𝘆𝗶𝗮𝗵 𝗥𝗮𝗳𝗶𝗱𝗵𝗮𝗵 ? Bagaimana pendapat ulama salaf enam abad pertama hijriyah terkait Syi’ah Imamiyah ?
~Mungkinkah terjadi Taqrib, Sunni – Syi’ah ?
Tunjukan bukti²nya, kapan, dimana dan siapa ulama tsiqah yg terlibat ?
ternyata Syiah yg memulai memanggil2 wahabi, wahaboy, Syiah sebegitu bencinya. ternyata ..oh ternyata…