Anomali Program MBG

  1. Katanya gratis, padahal itu uang dari rakyat berasal dari kenaikan pajak, katakanlah satu rantang itu 10rb, orang tua bayar kenaikan pajak melebihi 10rb, artinya sama saja yang bayar makanan itu orang tua siswa juga, 10rb di tangan ibu jauh lebih bergizi dan disukai anak..
  2. Mubadzir, karena sering kali makanan yg dibagikan tidak selera anak, sehingga anak sering tidak doyan, berakhir “dikenyeh kenyeh”, buat mainan, tidak dimakan, dan berakhir di tempat sampah
  3. Katanya penuh gizi, tetapi nyatanya semangka saja setipis ATM, lauk seuprit, nasi standart beras jatah, bahkan tidak jarang basi bahkan meracuni siswa siswi..
  4. Pembagian yang tidak merata ke seluruh Indonesia, banyak yang belum dapat, meskipun katanya bertahap, variasi makanannya pun tidak merata, ada yang bagus ada yang jelek, ada yang normal ada yang basi, ada yang banyak ada yang sedikit, tergantung daerahnya masing², ada tikusnya atau tidak..
  5. Menambah pekerjaan guru, mulai membagikan, mengambil rantang kembali, menghitungnya, bahkan ketika hilang guru lah yang bertanggung jawab menggantinya..
  6. Lebih mementingkan perut daripada otak, lebih mementingkan makanan yang tidak jelas rimbanya yang menjadi ladang korupsi tikus² berjamaah, daripada membuat sistem pendidikan yang baik dan kesejahteraan guru yang mencukupi..
  7. Tidak semua anak dari dulu kelaparan, banyak orang tua yang masih sanggup memberi makan yang lebih layak, dan justru program MBG ini tidak tepat sasaran, karena banyak anak yang mampu justru mendapatkannya dan yang tidak mampu tidak mendapatkannya..
  8. Program yang paling anomali dan luccuu..

(✍️Tsabit Abi Fadhil)

Komentar