Angelina Jolie membagikan citra satelit kondisi Gaza, “Seluruh kawasan permukiman telah rata dengan tanah”

Aktris kenamaan Amerika Serikat, Angelina Jolie, baru-baru ini membagikan serangkaian gambar satelit di akun Instagram resminya yang menunjukkan kondisi Jalur Gaza sebelum dan sesudah kehancuran total akibat genosida yang dilakukan Israel.

Melalui unggahan tersebut, Jolie menarik perhatian publik dunia pada masifnya skala kerusakan fisik yang menimpa wilayah pemukiman Palestina di Gaza.

Berikut beberapa poin utama dari pernyataan dan pesan yang disampaikan oleh Angelina Jolie:

Seruan untuk Melihat via Google Earth: Meskipun tidak menyebut nama Israel secara eksplisit di dalam takarir (caption) utamanya, Jolie menuliskan kalimat tegas:

“Kalian sekarang bisa membuka Google Earth dan melihat sendiri apa yang telah terjadi di Gaza. Seluruh kawasan permukiman telah rata dengan tanah dan menjadi puing-puing. Rumah, sekolah, universitas, rumah sakit, jalan raya, serta sistem air dan sanitasi—yakni infrastruktur yang menjadi tumpuan hidup warga—telah rusak atau hancur.”

Menyoroti Sisi Manusia yang Hilang dari Citra Satelit: Lebih lanjut, ia menekankan bahwa gambar satelit hanya menunjukkan kerusakan benda mati. Hal yang tidak bisa diperlihatkan oleh peta digital adalah penderitaan nyata, perasaan kehilangan keluarga yang terbunuh, serta bagaimana beratnya perjuangan hidup sehari-hari bagi mereka yang berhasil bertahan hidup.

Krisis Kemanusiaan Menjelang Musim Dingin: Jolie juga mengingatkan komunitas internasional mengenai situasi mendesak yang dihadapi oleh 1,98 juta orang atau sekitar 94% dari total populasi Gaza yang kini sangat membutuhkan bantuan tempat tinggal serta barang-barang kebutuhan pokok menjelang datangnya musim dingin.

Langkah Angelina Jolie yang menggunakan platform medianya dengan jutaan pengikut untuk kembali menyuarakan keprihatinan kemanusiaan dan menuntut perhatian dunia terhadap perlindungan warga sipil di Gaza.

Berikut pernyataan lengkap Angelina Jolie di IG:

Anda kini dapat membuka Google Earth dan melihat dampak yang terjadi di Gaza.

Seluruh kawasan permukiman telah rata dengan tanah dan menjadi puing-puing. Rumah, sekolah, universitas, rumah sakit, jalan raya, serta sistem air dan sanitasi—yakni infrastruktur yang menjadi tumpuan hidup warga—telah rusak atau hancur.

Analisis citra satelit PBB menunjukkan bahwa per 16 Juni 2026, 82% bangunan di Gaza telah mengalami kerusakan. Sekitar dua pertiga dari bangunan yang rusak tersebut dinilai telah hancur total.

Menjelang musim dingin, 1,98 juta jiwa atau 94% penduduk Gaza membutuhkan bantuan tempat tinggal dan kebutuhan pokok. Penyaluran bantuan dan material hunian masih terus menghadapi hambatan serta penundaan.

Google Earth memperlihatkan kehancuran fisik tersebut dengan sangat jelas.

Namun, citra tersebut tidak dapat menggambarkan bagaimana rasanya hidup di tengah kehancuran itu, nasib keluarga yang tewas, ataupun kondisi kehidupan mereka yang berhasil selamat.

Apa yang terjadi selanjutnya sangatlah penting.

Warga membutuhkan tempat tinggal sebelum musim dingin tiba.
Bantuan kemanusiaan harus menjangkau warga sipil dalam skala yang memadai.
Rumah sakit membutuhkan pasokan medis.

Selain itu, harus diciptakan kondisi yang memungkinkan warga sipil untuk membangun kembali rumah, sekolah, rumah sakit, dan komunitas mereka.

Kehancuran itu nyata terlihat. Kebutuhan-kebutuhan tersebut sudah diketahui. Kini, yang terpenting adalah apakah kebutuhan itu dapat dipenuhi. @un_ocha @inaraorg

Link: https://www.instagram.com/p/DeDDwwRknHZ/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar