Amerika sebagai “Panitia Hari Kiamat”

Amerika sebagai “Panitia Hari Kiamat”

Dalam wawancara terbaru bersama Jake Paul, Donald Trump secara blak-blakan membandingkan sikap Amerika Serikat yang menurutnya ramah terhadap terhadap kaum boti beda dengan Iran yang kejam karena menganggap mahoisme sebagai kejahatan yang harus dimusnahkan.

Dalam soal agama, Amerika memang bersifat ambigu, di satu sisi ia tampil sekular tapi di sisi lainnya, “religion is key to understanding much about the United States” tulis Mark Hertsgaard.

Dalam hal ini, sayap Kristen fundamentalis Amerika yang mencari akar ajaran mereka dari alkitab berbahasa Ibrani memang banyak sejalan dengan kaum zionis Israel. Sebelum “operation epic furry” (operasi militer) yang menargetkan Iran untuk menyambut kembali kedatangan Yesus yang kedua kali, saat Amerika menghancurkan Saddam Hussein juga menggunakan argumen Alkitabiah.

Bagi Amerika, Saddam Hussein dipercaya sebagai kemunculan kembali Raja Babylon Nebuchadnesaar. Nebuchadnesaar adalah penguasa Arab yang di masa lalu merebut tanah Palestina dari bangsa Israel. Dan seorang Nebuchadnesaar baru akan muncul menjelang hari kiamat untuk kembali memusnahkan Israel.

Kebetulan, pada tahun 1987, Irak mengadakan festival Babylon Internasional dan mencetak poster serta mata uang yang menggambarkan Saddam sebagai pewaris tahta Nebuchadnesaar.

Gambaran ini membangkitkan paranoia Alkitabiah, yang mengingatkan kisah penaklukan Babylonia atas kerajaan Judah sebanyak dua kali. Dan Nebuchadnesaar yang menaklukkan Judah pada 586 SM tidak hanya menaklukkan Judah, tapi juga membutakan mata rajanya, Zedekiah, yang kemudian dibawa ke Babylon dengan ara dirantai. Tidak hanya itu, kota Yerusalem dan Solomon Temple juga dibhancurkan oleh Nuchadnesaar.

Dalam pandangan sayap politik Kristen fundamentalis, yang hobi membahas kiamat, seperti tertuang dalam tulisan Dr. Charles H. Dyer dari Dallas Tehological Seminary, “The Rise of Babylon : Sign of the End Times” Saddam memang Nebuchadnesaar baru itu.

Menurut Dyer, Bible sudah meramalkan pembangunan kembali Babylon baru yang akan bersifat brutal, karenanya Dyer menyebut bahaya Saddam dan mengaitkannya dengan perang nuklir.

Dan George W Bush kala itu, yang mendeclare sebagai orang yang “born again”, yang terlahir kembali sebagai Kristen nan Saleh, tidak pikir panjang langsung sami’na wa atho’na.

(Kutipan bebas dari buku Tinjauan Historis Konflik Yahudi, Kristen dan Islam, karya Dr. Adian Husaini, hal. 114 -117)

Arif Wibowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar

  1. Kisah NEBUKADNEZAR itu ada termuat dalam Quran. Awalnya Raja JUDAH mengawini putri tirinya tapi ditentang oleh Nabi Yahya AS (sepupu YESUS). Nabi Yahya dipenggal kepalanya saat sholat subuh. Tapi darahnya tak pernah mengering, terus mendidih hingga menarik perhatian raja Babylon, Nebukadnezar. Azab dari dosa membunuh Utusan-Nya ALLAH timpakan ke negeri JUDAH berupa pembantaian oleh Nebukadnezar untuk mencari siapa pembunuh Nabi Yahya AS