AKHIRNYA… KPK Mulai Telusuri Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku tak cuma menunggu informasi dari mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, terkait dugaan mark-up proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau Whoosh.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, memastikan pihaknya tengah mengumpulkan informasi.

KPK menyatakan bahwa pihaknya tidak mewajibkan Mahfud MD untuk membuat laporan resmi terkait informasi dugaan mark up pendanaan proyek kereta cepat atau Whoosh Jakarta-Bandung.

KPK bilang, pihaknya hanya meminta Mahfud MD untuk datang memberikan informasi terkait dugaan tersebut.

Di sisi lain, KPK menegaskan pihaknya mulai menelusuri dugaan mark up pada proyek kereta cepat.

“Kami tidak menunggu, kami tentu mencari juga informasi,” kata pelaksana tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (22/10/2025).

Asep menyebut, KPK memiliki sumber daya untuk mencari informasi, terkait dugaan korupsi.

Tapi, KPK terbuka jika Mahfud bersedia datang untuk menyampaikan data atau informasi mengenai apa yang disampaikannya di publik.

“Silakan untuk disampaikan kepada kami untuk mempermudah dan mempercepat (pencarian informasi),” ujar Asep.

Sebelumnya, mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengaku mencium adanya indikasi pidana korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang diberi nama Whoosh.

Menurut Mahfud MD, diduga ada mark-up anggaran beberapa kali lipat dalam pembiayaan proyek kereta cepat Whoosh di era pemerintahan Presiden Jokowi tersebut.

Namun hal ini katanya harus diselidiki lebih jauh, untuk mendeteksi kemana uangnya dilarikan dan dinikmati siapa saja.

[VIDEO Pernyataan KPK]

Komentar