AGUAN MENDOMPLENG KEAGUANGAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW UNTUK MENUTUPI KEZALIMAN PERAMPASAN TANAH PIK-2
Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
(Kuasa Hukum Charlie Chandra & SK Budiardjo)
Merayakan Maulid Nabi diatas lahan hasil perampasan tanah rakyat. Ungkapan ini, rasanya pas untuk mendeskripsikan perayaan Maulid Nabi yang diselenggarakan Agung Sedayu Group (ASG) di Kawasan PIK-2.
Bahkan, klien penulis bernama Supardi Kendi Budiardjo menyebut ‘Istighotsah di tanah rampasan: Menteri Agama Buta, Tuli dan Pekak atas ketidak-adilan perampasan tanah kaum nahdiyin’.
Betapa tidak, karena faktanya lahan PIK-2 mayoritas diperoleh dari merampas tanah rakyat Banten, yang mayoritas Muslim dan berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama.
Banyak syi’ar Maulid dibungkam oleh proyek Aguan karena tanah warga di Banten dirampas secara zalim. Lalu, ASG mencoba membuat kamuflase seolah ASG cinta nabi dan memuliakan syiar Maulid.
Baru-baru ini, Agung Sedayu Group (ASG) diketahui menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Al Khairiyah, Menara Syariah, Pantai Indah Kapuk (PIK II), Kabupaten Tangerang (Jum’at, 5/9). Acara ini juga turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Dalam acara yang diawali dengan Istighosah dilanjutkan dengan ceramah, Nono Sampono selaku Direktur PT ASG tanpa rasa malu menyatakan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momen refleksi untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Ia bahkan terlalu PD menyoroti nilai-nilai penting seperti kejujuran, kesederhanaan hidup, kepedulian sosial, serta persatuan dan kesatuan bangsa.
“Marilah kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagai energi moral untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Kita doakan agar bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan, agar para pemimpinnya diberikan hati yang jujur dan amanah serta rakyat diberikan kekuatan untuk menghadapi ujian kehidupan,” ungkapnya.
Seolah-olah, tanah di lahan PIK-2 diperoleh secara Ma’ruf. Bukan dengan merampas, yakni mengambil tanah rakyat tanpa keridhoan pemiliknya.
Padahal, Nabi Muhammad Saw bersabda:
مَنْ ظَلَمَ قِيدَ شِبْرٍ مِنَ الأَرْضِ طُوِّقَهُ مِنْ سَبْعِ أَرَضِينَ
“Siapa saja yang merampas sejengkal tanah secara zalim, niscaya ia akan dibebani tujuh lapis bumi.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Tanah di PIK-2 dirampas secara zalim. Diambil paksa, dengan harga murah tanpa keridlaan pemiliknya, bahkan tanpa membayar harga atas tanah, hingga mengkriminalisasi pemiliknya.
Hal itu, telah dilakukan pada banyak tanah PIK-2 termasuk tangan milik keluarga Charlie Chandra. Tanah seluas 8,7 ha dirampas, tanpa membayar harga, bahkan dengan mengkriminalisasi Charlie Chandra.
Nono Sampono, adalah pihak yang mengkriminalisi Charlie Chandra dengan membuat Laporan Polisi tanpa bukti kepemilikan tanah PIK-2. Akibat laporan Nono Sampono, Charlie Chandra saat ini divonis 4 tahun penjara.
Nono tak memiliki basis moral untuk mengeluarkan seruan meneladani Akhlak Nabi Muhammad Saw. Karena proyek Aguan dan Anthony Salim yang dia kelola, dibebaskan lahannya secara zalim tanpa meneladani akhlak Rasulullah Saw.
Setelah melegitimasi perampasan tanah melalui proses di pengadilan, kini Nono dengan lancangnya, mengambil momentum Maulid Nabi Agung, untuk melegitimasi proyek zalim milik Aguan. Menag Nasaruddin Umar juga setali tiga uang dengan sikap Nono.
Tanpa malu, menggungah narasi negeri ini aman tidak seperti umat Islam di Palestina. Padahal, perampasan tanah di lahan PIK-2, mirip dengan perampasan tanah di Palestina.
Bedanya, zionis menggunakan kekuatan dan senjata untuk merampas tanah Palestina. Sementara Aguan, memanfaatkan hukum, aparat dan pejabat, untuk merampas tanah rakyat, yang dijadikan asas industri property yang mereka bangun. Proyek PIK-2 juga membangun pagar tinggi yang memisahkan kawasan elit PIK-2 dengan warga sekitar di Banten. Mirip tembok Israel yang mengisolir warga Palestina.
Adapun Nono Sampono, Purnawirawan Jenderal TNI ini mengabdi penuh kepada oligarki, untuk kepentingan Aguan dan Anthony Salim. Tak punya malu, berkhianat pada bangsa, negara dan kepada rakyat.
Di Cengkareng, Direktur PT Sedayu Sejahtera Abadi (anak usaha ASG) ini merampas tanah milik SK Budiarjo dan Nurlela sekaligus memenjarakan pemiliknya. Di PIK-2, Nono bertindak sebagai Direktur PT Mandiri Bangun Makmur (anak usaha ASG), merampas tanah milik Charlie Chandra dan memengatakan pemiliknya.
Apa seperti ini, akhlak Nabi yang diperingati dalam Maulid di PIK-2?
(Sumber: fb penulis)







Komentar