Ada sebagian orang terkesan menyalahkan orang yang fokus nyari uang di bulan Ramadhan

✍🏻Ustadz Anshari Taslim

Ada sebagian orang terkesan menyalahkan orang yang fokus nyari uang di bulan Ramadhan karena dianggapnya tak bisa fokus ibadah.

Memangnya ibadah seperti apa sih yang sampai harus meninggalkan cari uang. Mungkin yang ngomong begitu orang yang dapat gaji tetap bulanan, Ramadhan tak Ramadhan ya uangnya segitu aja, plus THR. Tapi bagi pedagang, pekerja serabutan justru memaksimalkan cari uangnya ya di bulan Ramadhan ini buat jualan bahkan sampai tak tidur.

Apalagi bila dengan pekerjaan di malam hari itulah dia mencapatkan nafkah yang halal untuk keluarganya, maka itu kewajiban yang harus didahulukan daripada ibadah sunnah.

Semua itu tidak akan rugi dan sia-sia bila dia tahu ilmunya dengan meniatkan semuanya karena Allah.

Dengan banyak uang dia bisa banyak sedekah. Dia bisa berbagi dengan fakir miskin di sekitarnya atau berinfaq lewat lembaga terpercaya. Mana bisa dia infaq shadaqoh kalau tak punya uang?!

Belum lagi pengen pulang kampung ingin menyenangkan hati kedua orang tua kalau masih ada, atau keluarga besar yang hanya bisa bertemu saat lebaran. Apa itu bukan ladang pahala? Silatur Rahim yang telah Rasulullah perintahkan dalam banyak hadits, birrul walidain yang didahulukan daripada jihad sunnah. Kurang apa pahalanya coba? Mana bisa pulang kampung bawa keluarga banyak lebaran kalau uangnya kurang.

Jadi, beda orang beda keadaan dalam menggapai pahala di bulan Ramadhan ini dan masing-masing disesuaikan dengan keadaannya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *