Abu Ubaidah Juru Bicara Umat Akhir Zaman

Saya sangat berduka atas syahidnya Abu Ubaidah.

Pada 28 Juli 2025, Abu Ubaidah masih menyampaikan sebuah konferensi. Setelah itu, tak ada lagi pernyataan atau konferensi lanjutan. Sejak saat itu, banyak orang mulai menduga bahwa beliau telah gugur dan meraih kesyahidan.

Namun sejak akhir Juli hingga awal Desember, tidak ada keterangan resmi dari pihak Brigade. Yang beredar hanyalah kabar bahwa sang juru bicara mengalami luka yang sangat parah—tanpa satu pun pengumuman resmi yang mengonfirmasi kondisi beliau.

Hingga akhirnya, hari ini, 29 Desember 2025, Brigade Al-Qassam secara resmi mengumumkan bahwa Abu Ubaidah telah gugur dan syahid.

Selama bertahun-tahun, saya mencintai karena Allah Ta‘ala seorang laki-laki yang tidak pernah saya ketahui wajahnya. Hari ini, akhirnya wajah itu ditampakkan kepada dunia: gagah, berwibawa, dengan postur yang kokoh—sepadan dengan suara dan keteguhan yang selama ini saya dengar.

Saya sangat sedih. Air mata saya menetes saat mendengar pengumuman resmi dari Brigade itu.

Suara Abu Ubaidah sangat saya kenal. Bukan hanya oleh telinga saya, tetapi juga oleh hati dan perasaan saya. Itulah suara laki-laki paling indah yang pernah saya dengar dalam hidup ini—suara yang mengandung keyakinan, keteguhan, dan keberanian.

Saya berkali-kali harus menerima hukuman dari rezim Facebook karena menyuarakan dan membagikan pesan tentang laki-laki ini. Saya mengalami intimidasi dan ancaman. Monetisasi dirampas. Jumlah pengikut saya ditekan. Bahkan status-status saya kerap tidak muncul di linimasa banyak kawan saya.

Namun hari ini, semua itu terasa kecil dibanding rasa kehilangan ini. Selamat jalan, Abu Ubaidah. Semoga kelak Allah mempertemukan kita di surga. Saya ingin duduk bersamamu, berbincang langsung, dan mendengar darimu kisah-kisah perjuangan di dunia yang fana ini—sebuah dunia yang telah engkau tinggalkan dengan kemuliaan.

(Hafidin Ahmad Luthfie)

Komentar