Abu Hurairah: Tangisku Bukan Karena Dunia

Dari Abdullah bin al-Mubarak, ia meriwayatkan dari Abdul Wahhab bin Ward, dari Salm bin Basyir bin Jahal, ia berkata: “Abu Hurairah menangis saat sakitnya. Lalu beliau ditanya, “Apa yang membuatmu menangis, wahai Abu Hurairah?”

Beliau menjawab,

“Ketahuilah, aku tidak menangis karena dunia kalian ini. Akan tetapi aku menangis karena jauhnya perjalanan yang akan kutempuh dan sedikitnya bekal amalku. Aku kini berada di jalan menanjak yang menurun ke surga atau neraka, dan aku tidak tahu ke manakah aku akan dibawa?”

[Ath Thobaqot Al Kubro 4/253]

عن عَبْد اللَّهِ بْن الْمُبَارَكِ، عَنْ عَبْدِ الْوَهَّابِ بْنِ وَرْد، عَنْ سَلْمِ بْنِ بَشِيرِ بْنِ جَحل، قَالَ: ” بَكَى أَبُو هُرَيْرَةَ فِي مَرَضِهِ فَقِيلَ لَهُ: مَا يُبْكِيكَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ؟ قَالَ: أَمَا إِنِّي لا أَبْكِي عَلَى دُنْيَاكُمْ هَذِهِ، وَلَكِنِّي أَبْكِي لِبُعْدِ سَفَرِي وَقِلَّةِ زَادِي. أَصْبَحْتُ فِي صُعُودٍ مُهْبِطَةٌ عَلَى جَنَّةٍ وَنَارٍ، فَلا أَدْرِي إِلَى أيهما يُسلك بي”
رواه ابن سعد في “الطبقات الكبرى” (4 / 253)، والبخاري في “التاريخ الكبير” (4/ 157-158)

Komentar