
⭕️Pasukan Brigade Syahid ‘Izzuddin al-Qassam menerbitkan poster pesan singkat setelah serangan yang dilakukan oleh anggotanya di lingkungan Al-Zaytoun tadi malam.
Dalam pesan poster itu tertulis (dalam bahasa Ibrani dan Arab):
“Kami ingatkan untuk yang lupa, kalau gak mati ya jadi tawanan.”
Menurut analis politik, pesan tersebut jelas menunjukkan bahwa pasukan Al-Qassam berhasil menimbulkan banyak korban tewas dan luka-luka kritis di pihak tentara Israel, dan juga menyiratkan adanya penangkapan tentara musuh lainnya.
Sementara itu, sumber-sumber di pihak Israel menyebutkan bahwa ‘tentara Israel kehilangan kontak dengan 4 tentara,’ akibat operasi perlawanan; diyakini bahwa mereka kemungkinan ditangkap pasukan Hamas.
Perkembangan ini terjadi setelah pernyataan dari jubir Brigade al-Qassam, Abu Ubaida, yang menegaskan bahwa setiap upaya Israel untuk menyerbu Kota Gaza akan mendapat balasan keras, dan memastikan bahwa ‘penjajah akan membayar harga yang mahal.’ Abu Ubaida menyatakan bahwa ‘rencana kriminal musuh akan menjadi bencana bagi para pemimpin politik dan militernya, dan akan dibayar dengan darah tentaranya,’ dan bahwa hal tersebut ‘akan meningkatkan kemungkinan penangkapan tentara baru, Insya Allah.’

Media Israel melaporkan bahwa 4 tentara hilang, sementara yang lainnya tewas dan terluka di Gaza, sebagai bagian dari penyergapan besar-besaran untuk menangkap tentara Israel yang dilakukan oleh Brigade Qassam di lingkungan Zeitoun, di timur Kota Gaza, tadi malam (Jumat, 29 Agustus 2025).
Sumber melaporkan bahwa operasi tersebut dimulai dengan penyergapan besar-besaran di lingkungan Zeitoun, yang mengakibatkan tewasnya beberapa tentara Israel, sementara laporan lain mengonfirmasi adanya cedera yang digambarkan kritis.
Media berbahasa Ibrani menambahkan bahwa tentara Israel mengerahkan 6 helikopter tambahan untuk mengevakuasi korban tewas dan terluka dari lokasi penyergapan, sambil menembakkan suar secara intensif ke langit di atas Gaza tengah dalam upaya mengamankan pasukannya.
Laporan juga mengindikasikan bahwa tentara Israel mengaktifkan Protokol Hannibal (bumi hangus mengorbankan nyawa pasukannya), sebuah tindakan militer darurat yang digunakan dalam situasi seperti itu untuk mencegah tentaranya ditangkap.
Sumber mengonfirmasi bahwa pasukan dari Divisi (162) dan Brigade Lapis Baja (401) adalah pihak-pihak yang disergap Al Qassam, dan bahwa pasukan ini berada di bawah tekanan berat di lapangan akibat pertempuran di lingkungan Zeitoun dengan kedatangan lebih banyak pejuang Palestina untuk mendukung operasi tersebut.
Media Israel melaporkan bahwa pejuang Qassam berusaha menangkap tentara selama penyergapan di lingkungan Zeitoun, sementara tentara Israel terus melakukan pencarian ekstensif terhadap tentara yang hilang.







Komentar