Seribu tahun yang lalu, seorang ilmuwan Muslim mengunjungi wilayah yang kini menjadi Pakistan untuk menghitung keliling Bumi dengan tingkat akurasi mencapai 99,6%.
Jauh sebelum adanya satelit, GPS, atau komputer, seorang cendekiawan Muslim serba bisa dari abad pertengahan bernama Abu Rayhan al-Biruni (973 – 1048) menghitung keliling Bumi hanya dengan memanfaatkan sebuah gunung, astrolab, dan rumus matematika baru yang brilian.
Hasil perhitungannya? 39.375 kilometer.
Hasil pengukuran satelit modern? 40.075 kilometer.
Selisihnya kurang dari 1%.
Bagaimana caranya? Alih-alih menempuh perjalanan jauh melintasi gurun datar seperti yang dilakukan orang-orang Yunani sebelumnya, Al-Biruni pergi ke sebuah benteng (Benteng Nandana) di puncak gunung di wilayah yang kini menjadi Pakistan.
Ia melakukan pengukuran terhadap dua hal: ketinggian gunung menggunakan prinsip geometri dasar, dan sudut penurunan cakrawala (horizon dip) saat memandang ke arah laut. Dengan memasukkan kedua angka tersebut ke dalam rumus trigonometri bola baru yang ia kembangkan sendiri, ia berhasil mengukur keliling seluruh planet hanya dari satu titik pengamatan.
Lebih dari sekadar mengukur Bumi, pemikiran Al-Biruni melampaui zamannya; ia menulis secara mendalam mengenai rotasi Bumi pada porosnya dan memetakan zona waktu dunia. Ia adalah sosok raksasa intelektual dari Zaman Keemasan Islam yang kontribusi matematikanya secara harfiah telah membentuk pemahaman kita tentang dunia ini. 📐✨








selisih absolutnya 1.75%
(39375-40075) / 40075 = -1.75%
Bisa jd Al Biruni yg lahir dan tinggal di Uzbekistan skrg, ingin mengamati jika mmg bumi itu datar, maka dr puncak gunung di Pakistan ini kota kelahirannya bisa kelihatan, tp dia tidak bisa melihatnya, kotanya tenggelam di bawaj ufuk, makanya dia berpikiran bhw bumi itu sesungguhnya berbentuk bulat, namun krn sgt luas terbentang mata manusia melihatnya seolah2 datar. Dan 200 thn kemudian Copernicus dan Galileo mengemukakan teori heliosentris bhw bumi itu bulat dan mengelilingi matahari. Cuma orang2 yg jumud dan enggan berfikir sj yg percaya bhw bumi itu datar …
faktanya, teori Galileo & Copernicus sangat dipengaruhi oleh Al Biruni, sebelum keduanya di eksekusi, para prajurit menemukan karya2 Al Biruni yg sudah maupun yg sedang diterjemahkan dirumah mereka
..genius..
pernah menghitung ulang dgn cara albiruni atau cuma dengar saja tanpa mau susah susah lihat detail hitunganya?