“Dili wikti siyi misih kicil, siyi minim sisi, ih diiri, mincrit. Kirini tidik tirbiisi.”
Begitu kata pejabat satu ini. Ketum Partai pulak. Bayangin kualitas anak buahnya kalau kepalanya begini. Modal joget-joget, jadi pejabat.
Pak oh Pak, lactose intolerance itu beda banget dengan keracunan!
Ayolah, jangan menggampangkan masalah keracunan ini. Ada jutaan loh warteg-warteg, resto-resto, kedai-kedai makan di seluruh Indonesia, pun di dapur-dapur orang tuanya, apakah sering keracunan? Kan juarang sekali terdengar!
Anak-anak ini saat makan masakan ibunya, apakah keracunan? Wah wah nyaris jarang sekali terjadi.
Nah, kok bisa MBG keracunan? Berkali-kali terjadi. Susul menyusul. Boleh jadi karena kalian grasa-grusu, hajar saja yang penting proyek jalan!
Dan ssst, alat makan kalian itu, betulan aman? Itu material nampan, food tray, dll dari apa? Sudah sesuai food grade? Jangan-jangan kalian sedang menanam bibit kanker di jutaan anak.
Demi proyek, semua hajar. 10-20 tahun lagi baru deh jadi masalah besar-besaran.
(TERE LIYE)







Komentar