Aktivis NU yang merupakan putri kedua dari Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Zannuba Ariffah Chafsoh, yang lebih dikenal sebagai Yenny Wahid, menanggapi Pandji Pragiwaksono yang dipolisikan oleh orang yang mengatasnamakan NU dan Muhammadiyah.
Pelapor ini melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penistaan agama atau pelecehan NU dan Muhammadiyah karena Pandji di acara Mens Rea mengkritik dua ormas ini yang menerima konsesi tambang di era Jokowi.
“NU dan Muhammadiyah menerima tambang itu memang kenyataan,” ujar Yenny Wahid.
“Bahwa ini kemudian dikritisi lewat humor oleh Pandji, bukan Pandji saja yang mengkritik, banyak juga masyarakat yang mengkritik hal itu, dan ini harus kita terima sebagai konsekwensi karena NU dan Muhamamdiyah menerima tambang,” kata Yenny Wahid.
“Kritik ini jangan dikriminalisasi,” tegasnya.
Yenny Wahid kemudian mencurigai pihak pelapor yang mengatasnamakan atau bawa-bawa nama ormas NU dan Muhammadiyah tanpa mandat/izin.
“Bagaimana mungkin mereka bisa melaporkan suatu tindakan ke polisi tanpa mendapat mandat dan izin dari organisasi induknya. Jadi membawa-bawa nama NU dan Muhammadiyah ini berat. Kok bisa?” ujar Yenny Wahid.
SIMAK SELENGKAPNYA VIDEO DIBAWAH:






