Wah setelah menggunakan aparat bersenjata sebagai tameng, sekarang sudah mulai menggerakkan ormas untuk mengintimidasi & pembungkaman.
Oke saya coba jawab pake bahasa bayi biar bisa dipahami orang banyak:
- Kenapa disebut program maling? Karena pada pelaksanaannya mengambil 35% dana pendidikan (225T) & sisanya diambil dari efisiensi kementerian kesehatan dll. Dalam pelaksanaannya emang minim pengawasan. Pemilik dapur SPPG umumnya berbentuk yayasan sehingga sulit untuk dilakukan audit, sementara tolok ukur keberhasilan program juga gak jelas.
- Lalu ada insentif 6 juta per hari per dapur SPPG, tanpa dipotong pajak & gak mengenal hari libur. Yang artinya biarpun dapur sedang libur, yayasan pemilik dapur tetep nerima 6 juta per hari yang diambil dari anggaran pendidikan.
Dari banyaknya kejanggalan itu maka frasa “program maling” muncul secara organik dari masyarakat di grass root karena melihat ketidakberesan program ini.
FYI, ketua BEM UGM itu juga mengalami intimidasi dari pihak2 yg tak dikenal ke dia pribadi & anggota keluarganya yg lain. Gimana?
(Aria Rzp)







KOMPLOTAN MALING DONG