Wasit Jerman bonyok dikeroyok, usai lamar pacar sesama jenis di stadion bola

Pascal Kaiser, seorang wasit asal Jerman, dilaporkan menjadi korban serangan fisik di kediamannya pada awal Februari 2026. Kejadian ini terjadi sekitar satu minggu setelah aksi lamarannya kepada kekasih laki-lakinya, Moritz, menjadi viral di media sosial.

Berikut adalah detail mengenai peristiwa tersebut:

Kronologi Kejadian

  • Lamaran Publik (30 Januari 2026): Kaiser melamar pasangannya sesama jenis di tengah lapangan RheinEnergieStadion, Köln, sebelum pertandingan Bundesliga antara FC Köln dan VfL Wolfsburg dimulai. Aksi ini dilakukan di hadapan sekitar 50.000 penonton.
  • Ancaman dan Doxing: Setelah video lamaran tersebut viral, Kaiser menerima gelombang pesan kebencian dan ancaman. Alamat rumah pribadinya kemudian dibocorkan (doxxing) di media sosial.
  • Laporan ke Polisi: Sehari sebelum serangan, Kaiser telah melaporkan ancaman yang ia terima kepada pihak kepolisian. Namun, pihak berwenang saat itu menyampaikan bahwa tidak ada bahaya langsung.
  • Serangan Pertama (7-8 Februari 2026): Sekitar 20 menit setelah berbicara dengan polisi, Kaiser diserang oleh tiga orang pria saat sedang merokok di taman rumahnya. Akibat pengeroyokan ini, ia mengalami memar dan cedera serius pada mata kanannya.
  • Serangan Kedua (9 Februari 2026): Dilaporkan terjadi serangan kedua di depan rumahnya oleh dua orang, meskipun saat itu ia seharusnya berada di bawah perlindungan polisi.

Informasi Tambahan mengenai Pascal Kaiser:

  • Identitas: Kaiser adalah wasit berusia 27 tahun yang telah secara terbuka menyatakan dirinya sebagai biseksual sejak tahun 2021.
  • Tujuan Aksi: Melalui lamarannya, ia ingin meningkatkan visibilitas komunitas LGBTQ+ di lingkungan sepak bola profesional yang sering dianggap maskulin.
  • Kondisi Saat Ini: Setelah serangan tersebut, Kaiser sempat dilarikan ke rumah sakit dan kemudian dipindahkan ke lokasi yang lebih aman di bawah perlindungan pihak berwenang. Investigasi polisi masih terus berlanjut untuk mengidentifikasi para pelaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 komentar