Berita besar hari ini adalah KPK menangkap wakil menteri tenaga kerja, Emmanuel Ebenezer alias Noel. Kepada pers, KPK memamerkan 15 mobil dan 7 sepeda motor milik yang bersangkutan. Sebagian dari mobil dan motor itu adalah mobil yang tergolong mewah.
Bombastis. Dan, seperti banyak hal di negeri ini, efek bombastis itulah yang diinginkan. Tentu saja, di tengah-tengah situasi pesimis di kalangan rakyat kebanyakan, pameran kekayaan — yang entah didapat secara legal atau illegal — memicu kemarahan publik. Berbagai komentar sinis, makian, marah, hingga umpatan kasar berhamburan.
Namun bukan hal-hal bombastis seperti itu yang menjadi perhatian saya. Persoalan yang lebih substansial adalah mengapa orang-orang seperti ini bisa berkuasa? Apa yang salah dengan sistem politik kita? Mengapa kita memilih dan menggaji ratusan juta per bulan orang-orang yang bisanya cuma berjoget dan menghibur diri sendiri, bergembira tanpa perhatian sedikitpun kepada yang mereka wakili?
Apa yang hilang? Presiden kita hampir setiap hari berpidato tentang kecintaan pada negeri ini. Ia berbusa-bisa mengancam para koruptor, para pencoleng, maling, dan yang merugikan negara yang ia cintai ini. Nasionalismenya muncrat hingga ke bulan.
Nyatanya? Politisi dari partainya sendiri justru menjadi tikus berdasi itu. Sulit bagi saya untuk membayangkan bahwa presiden tidak bertanggungjawab akan hal ini. Kalau bicara soal menteri dan wakil menteri, orang-orangnya presiden selalu sigap menjawab bahwa itu adalah “hak prerogatif presiden.”
Yang mereka lupa adalah bahwa hak prerogatif itu lahir dengan tanggungjawab. Dia harus memilih orang-orang yang bersih, yang membantu dirinya memerintah, yang menjalankan kebijakan-kebijakannya dan meneruskan kebajikan-kebajikannya sebagai pemimpin.
Dia bertanggung jawab melakukan “vetting” atau pemeriksaan menyeluruh atas siapa yang akan membantunya. Kalau itu adalah hak prerogatifnya, maka ia harus menjalankan hak itu dengan sebaik-baiknya. Karena, seperti yang sering dia katakanya, dirinya akan “memeberikan yang terbaik kepada bangsa ini!”
Ini bukan yang pertama dan bukan pula yang terakhir. Dan ini tentu akan menambah rasa frustasi rakyat kepada negara dan penguasa negeri ini. Mengapa sebagian keicl orang di negeri ini sangat rakus? Anda tidak perlu hidup dengan 15 mobil dan 7 sepeda motor untuk bisa bepergian dengan nyaman.
Anda tidak perlu pesawat jet pribadi kalau toh pesawat reguler pun tersedia. Hal-hal seperti ini memberi pernytaan bahwa kaum elit — khususnya elit poltik — di negeri ini benar-benar ‘out of touch’ dari hidup sehari-hari dari rakyat yang harus mereka layani.
Saya sudah lama mengamati orang-orang seperti ini. Saya sangat paham untuk tidak mempercayai mereka setitk pun. Tidak ada politisi yang tidak memanipulasi, memperdaya, dan menipu rakyat yang membawanya ke tampuk kekuasaan. Itu sudah umum terjadi.
Yang tidak biasa adalah derajat manipulatifnya saat ini benar-benar di atas rata-rata. Saya ingat betul pidatonya Wamen Tenaga Kerja ini di depan buruh Sritex saat mereka akan di PHK. Dia bilang, “Saya akan pertaruhkan jabatan saya untuk mempertahankan jabatan Anda.” Akhirnya PT Sritex bubar dan bangkrut. Pak Wamen kita? Dia tidak bicara Sritex lagi.
Sekali lagi, apa yang salah dengan sistem kita sehingga membiarkan orang-orang seperti ini menguasai kita? Ini pertanyaan yang besar. Bagi sebagian besar orang, ini adalah kegagalan dari demokrasi. Argumen yang sama juga dikatakan oleh para calon diktator: demokrasi itu kacau balau dan korup maka biarkan kami membuatnya lebih efisien. Dan yang mereka bikin adalah mengefisienkan kopusi dengan membuatnya menjadi sistematis — lengkap dengan alat-alat represinya.
Pemilihan memiliko konsekuensi. Selama kita serius menyikapinya maka hal-hal korup seperti ini akan selalu terulang. Saat ini bahkan sapu untuk membersihkan korupsi pun tidak kita percayai sebagai bersih. Sistem ini korup hingga ke tingkat yang memerlukan turun mesin.
Demokrasi mengijinkan turun mesin ini!
(Made Supriatma)
KPK menyita sejumlah barang mewah hasil OTT terhadap Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel, mulai dari uang tunai, puluhan motor, hingga mobil. Tampak adanya mobil sport di antara mobil sitaan tersebut.
Selalu update di Youtube BeritaSatu, BeritaSatu TV, dan… pic.twitter.com/hjSp9i0taE
— BeritaSatu (@Beritasatu) August 21, 2025







Komentar