Walikota New York Zohran Mamdani menjamu aktivis Palestina anti-Israel yang pernah dipenjara rezim Trump, Mahmoud Khalil, istrinya, dan putra mereka untuk makan malam ifthar Ramadan di Gracie Mansion.
Gracie Mansion adalah kediaman resmi Walikota New York City yang terletak di dalam Carl Schurz Park, Manhattan. Bangunan bergaya Federal ini dibangun pada tahun 1799 oleh Archibald Gracie dan sering dijuluki sebagai “Gedung Putih kecil” di New York.
“Tadi malam, saat kita memperingati satu tahun penahanannya, Rama (istri Mamdani -red) dan saya merasa terhormat menyambut Mahmoud, Noor, dan putra mereka Deen ke Gracie Mansion untuk berbuka puasa bersama,” tulis Mamdani dalam unggahan Instagram pada hari Selasa (10/3/2026).
Walikota menyertakan foto jamuan tersebut, yang menunjukkan istrinya, Rama Duwaji, memegang sepiring makanan sambil berdiri di samping Khalil yang duduk dan menikmati makanannya dengan senyum lebar.
Mahmoud Khalil adalah seorang aktivis Palestina dan lulusan Universitas Columbia yang menjadi perhatian internasional karena penangkapan dan upaya deportasinya oleh otoritas Amerika Serikat.
Ia merupakan tokoh terkemuka dalam protes pro-Palestina di Universitas Columbia pada musim semi 2024 terkait perang di Gaza.
Ia ditangkap oleh agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) pada 8 Maret 2025 di apartemen miliknya di New York, tepat di hadapan istrinya yang sedang hamil.
Pemerintahan Trump menuduhnya memberikan informasi palsu saat mengajukan izin tinggal permanen dan mengklaim ia memiliki keterkaitan dengan kelompok Hamas, tuduhan yang dibantah keras oleh Khalil.
Setelah ditahan selama beberapa bulan, ia dibebaskan dengan jaminan atas perintah pengadilan federal. Ia akhirnya bisa bersatu kembali dengan keluarganya dan bertemu putra barunya yang lahir saat ia masih dalam tahanan.

Dalam postingannya di Instagram, Waikota Zohran Mamdani mengatakan:
“Bagi Mahmoud Khalil, tahun lalu ditandai dengan kesulitan yang mendalam—dan juga keberanian yang mendalam.
Setahun yang lalu, Mahmoud sedang berjalan pulang melalui kota kami setelah berbuka puasa bersama istrinya, Noor, ketika ia ditahan oleh agen federal, diterbangkan ke Louisiana, dan kemudian ditahan di fasilitas ICE selama berbulan-bulan. Selama waktu itu, ia terpaksa melewatkan kelahiran anak pertamanya. Semua ini karena menggunakan hak Amendemen Pertama-nya (kebebasan berpendapat) untuk memprotes genosida yang sedang berlangsung di Palestina.
Namun, bahkan di tengah kekejaman itu, ada juga keindahan. Warga New York menyuarakan solidaritas mereka. Sebuah kota yang menolak untuk berpaling. Mahmoud memenangkan kebebasannya, dan seorang ayah akhirnya bersatu kembali dengan anaknya.
Tadi malam, saat kami memperingati satu tahun penahanannya, Rama dan saya merasa terhormat untuk menyambut Mahmoud, Noor, dan putra mereka, Deen, di Gracie Mansion untuk berbuka puasa bersama.
Mahmoud adalah warga New York, dan ia adalah bagian dari Kota New York.”






