Ini adalah uang kertas pecahan lima pound di wilayah Gibraltar (Jabal Tariq) milik Inggris, yang telah dikuasai Inggris selama beberapa abad.
Pemerintah Gibraltar menerbitkan uang kertas pecahan 5 poundsterling yang memuat gambar Tariq bin Ziyad, karena ia adalah simbol dari wilayah yang dinamai menurut namanya, serta simbol sejarah yang membawa Islam ke Semenanjung Iberia.
Di bawah gambar tersebut tertera nama Tariq bin Ziyad dalam huruf Latin, dan di sisi kiri mata uang tersebut terdapat gambar benteng Islam yang terletak di Selat Gibraltar.
- Nama Gibraltar: Nama “Gibraltar” sendiri merupakan derivasi dari bahasa Arab “Jabal Tariq” (Gunung Tariq), untuk menghormati Tariq bin Ziyad yang mendarat di sana pada tahun 711 M.
- Uang Kertas 5 Pound: Gibraltar memang memiliki mata uang sendiri (Pound Gibraltar) yang dipatok setara dengan Pound Sterling. Pada seri tahun 1995 hingga 2010-an, wajah Tariq bin Ziyad memang ditampilkan sebagai tokoh utama pada pecahan £5.
- Benteng Islam: Benteng yang disebutkan dalam teks merujuk pada Moorish Castle yang masih berdiri kokoh di Gibraltar hingga saat ini.
Thariq bin Ziyad (w. 720 M) adalah panglima militer dari kekhalifahan Bani Umayyah yang memimpin penaklukan Muslim di Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) pada tahun 711 M.
Berikut adalah fakta kunci mengenai sosoknya:
- Asal-usul: Ia berasal dari suku asli Berber (Amazigh) di Afrika Utara dan mahir berbahasa Arab serta Amazigh.
- Penaklukan Andalusia: Atas perintah gubernur Musa bin Nushair, Thariq membawa sekitar 7.000 hingga 12.000 pasukan menyeberangi selat menuju Eropa untuk mengalahkan Kerajaan Visigoth di bawah Raja Roderick.
- Warisan Nama: Namanya diabadikan pada Gibraltar (dari bahasa Arab Jabal Tariq yang berarti “Gunung Thariq”), lokasi pertama ia mendaratkan pasukannya.
- Kemenangan Utama: Keberhasilan terbesarnya adalah dalam Pertempuran Guadalete, yang membuka jalan bagi kekuasaan Islam di Andalusia selama hampir 800 tahun.
- Kisah Kapal: Ia membakar kapal-kapalnya untuk memotivasi pasukan kaum muslimin tidak ada jalan kembali, kecuali maju menang atau mati syahid.







Komentar