Untuk Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum: Jangan Ada Zain Berikutnya, Cegah Boti Dinormalisasi

“Jangan Ada Zain Berikutnya”

Untuk Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum Republik Indonesia

Kami para orang tua menyampaikan kegelisahan atas tragedi terbunuhnya seorang siswa SMP di Bandung oleh kakak kelasnya yang seorang pria.

Peristiwa ini bukan sekadar kasus kriminal biasa, tragedi ini adalah alarm keras bagi kita semua.

Jejak digital pelaku yang beredar menunjukkan adanya pola obsesi yang tidak sehat terhadap korban. Unggahan-unggahan yang memperlihatkan keterikatan berlebihan, posesif, dan ketergantungan emosional ekstrem semestinya menjadi tanda bahaya dari awal.

Informasi yang beredar bahwa pihak keluarga telah mengambil langkah preventif dengan menjauhkan korban dari pelaku, namun nyatanya obsesi pelaku terhadap korban mendorongnya hingga menemukan korban di luar kota.

Fenomena ini sejak awal semestinya bisa terbaca dan mampu dicegah apabila masyarakat dan pemerintah memiliki kesadaran penuh bahwa fenomena seseorang yang menyimpang dan menunjukkan perilaku obsesif adalah bahaya.

Kami sebagai orangtua memiliki kekhawatiran atas berkembangnya fenomena perilaku sejenis yang diberi panggung, dinormalisasi dan diglorifikasi oleh masyarakat.

Untuk itu, kami meminta kepada Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum Republik Indonesia:

Mengambil langkah preventif terhadap fenomena maraknya perilaku sejenis dengan pelaku di ruang publik maupun di media digital.

Sebagaimana yang dilakukan pemerintah dapat menekan penyebaran konten-konten terorisme di media digital, kami meminta kepada pemerintah untuk melakukan tindakan serupa dalam membatasi konten maupun kegiatan perilaku tidak normal.

Untuk itu kami meminta kepada Kepolisian untuk membatalkan kegiatan yang dilakukan oleh Itwill dan yang serupa, selamatkan generasi muda Indonesia.

(Kang Irvan Noviandana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar