Laporan intelijen saat ini di Israel menyebut, bahwa pemerintah Israel dalam kondisi bingung dan pesimistis setelah AS menyampaikan kepada Israel bahwa AS tidak tau cara menyelesaikan perang ini.
AS juga dilaporkan mengakui bahwa, mereka saat ini terperangkap dalam perang yang tidak bisa dimenangkan dan juga tidak bisa mereka akhiri.
Laporan dari media-media barat seperti Reuters dengan publikasi terbatas menyebut, bahwa jumlah korban Tentara AS saat ini dalam perang melawan Iran sudah mencapai 150 orang lebih hanya dalam waktu 9 hari awal perang berlangsung.
Dan apabila kita melihat laporan versi Iran yang menyebut korban di pihak AS telah mencapai 680 orang kemungkinan itu bukan informasi yang misleading tapi bisa jadi kenyataan. Bahkan angkanya bisa lebih besar dari itu.
Yang harus dipahami dengan baik oleh semua orang saat ini adalah, pemerintah Trump adalah pemerintah yang gemar berbohong, gemar koar koar, dan memiliki attitude yang sangat narsis, Trump adalah sosok yang punya masalah akut soal “kelainan kejiwaan”. Sehingga kita sering melihat dia menyampaikan statement yang plin plan, berubah cepat, dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Termasuk klaim tentang keberhasilan mengalahkan Iran.
Para diplomat dan para negosiator di AS saat ini telah mencoba mencari cara agar bisa bernegosiasi dengan Iran. Tapi Iran menutup pintu dialog dan bersumpah akan terus melanjutkan perang.
Iran juga mengambil sikap tegas dengan mempelajari penutupan selat Hormuz secara permanen dan dalam waktu lama. Ini akan menambah kekhawatiran AS.
Jika kita menganalisa fakta yang ada saat ini, harga minyak dan energi dunia terus naik mencapai 30-40%, padahal Selat Hormuz saat ini belum ditutup 100% secara permanen. Iran hanya masih mengkontrol dan memberlakukan aturan ketat lalu lintas di selat ini.
Kondisi ekonomi global bisa terpukul lebih jauh, dan ekonomi AS sendiri, Eropa, dll bisa berdarah darah jika selat Hormuz ditutup permanen oleh Iran. Dampaknya akan sangat besar dan akan langsung memberikan tekanan kepada AS dan Trump itu sendiri. Saat ini saja, harga tiket pesawat secara global juga sudah mulai mengalami kenaikan efek GeoPolitik energi ini.
AS mengancam akan menyerang Iran 5x lebih kuat jika Iran menutup selat Hormuz, bukti Trump dalam mode panik dan khawatir jika Iran benar benar menutup selat Hormuz secara permanen.
AS terus mengalami Deadlock dalam upaya mencari cara bernegosiasi dengan Iran dan mencapai gencatan senjata. Karena Iran mengirim sinyal negatif dan tidak mau berdialog saat ini.
Setev Witkoff yang merupakan salah satu negosiator AS disamping Trump berupaya terhubung dengan Menlu Iran Abbas Araghchi, tapi juga negatif.
Yang perlu dipahami dengan baik saat ini oleh para pengambil kebijakan di Washington dan Tel Aviv adalah, keputusan gencatan senjata dan berhenti perang saat ini tidak berada di tangan presiden Iran atau Menlu Iran. Tapi sepenuhnya ada di tangan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru Ayatollah Mojtaba Khamenei.
AS dan Israel tidak akan bisa terhubung dengan Pemimpin Tertinggi Iran tersebut, pemimpin tertinggi Iran saat ini tidak punya opsi damai apapun dengan AS. Kebijakan Ayatollah Mojtaba Khamenei saat ini sangat jelas, perintah ke IRGC untuk melanjutkan serangan ke Israel dan AS tanpa henti.
Perang ini akan mengalami Deadlock dan akan sangat sulit mencapai titik temu, sedangkan kondisi global akan terus kena imbas berat efek perang ini jika perang terus berlangsung lama.
Jatuhnya korban yang cukup besar di pihak AS seperti yang dilaporkan media barat tadi, plus kenyataan saat ini di Israel yang hancur akan sangat berdampak pada daya tahan Trump dan Netanyahu. Karena pada dasarnya perang ini tidak mendapatkan persetujuan rakyat mereka sendiri secara mutlak. Sekali lagi ini adalah perang pribadi Netanyahu, Trump, AIPAC, dan Epstein. Ini bukan perang mewakili Israel atau AS melawan Iran.
Jika jatuhnya korban di pihak AS lebih besar dimasa mendatang, maka ini akan jadi pukulan terberat bagi Trump, ini akan lebih memukul Trump dan Netanyahu melebihi pukulan rudal di Medan perang saat ini. Bahkan ini akan jadi pukulan terbesar bagi AS dalam konflik di timur tengah.
Jika anda melihat kondisi ril Israel saat ini, semua lini kehidupan lumpuh, korban yang besar terus berjatuhan, bangunan dan infrastruktur hancur tak terbayangkan, dan semua ini karena kesalahan perhitungan dari Netanyahu dan kabinetnya.
AS sendiri juga mengalami pukulan sangat berat, semua Pangkalan militer AS di seluruh kawasan teluk saat ini tidak ada yang tidak hancur bersama dengan semua aset militer mereka yang bernilai puluhan miliar dolar. dan Iran memaksa AS mengevakuasi lebih 36.000 warganya di timur tengah dan harus menyewa lebih dua lusin pesawat untuk evakuasi mereka agar tidak menjadi korban Iran.
Trump dan Netanyahu salah kalkulasi, mereka mengira perang ini bisa dimenangkan dengan mudah dan mereka bisa segera keluar dari Iran seperti mereka keluar dari Venezuela. Dan semua itu salah total.
Trump dan Netanyahu tidak pernah belajar dari pada pendahulu mereka. Sudah ada puluhan pemimpin Israel dan 7x pergantian pemerintahan di AS sejak 1979 yang telah berupaya membongkar pemerintahan Iran.
Nyatanya mereka semua tidak berhasil membongkar pemerintah Iran sampai saat ini. Trump dan Netanyahu terjebak pada ego pribadi dan sikap narsis yang akan menghancurkan AS dan Israel jangka panjang efek perang ini.
(Tengku Zulkifli Usman)







biang terorists dunia sedang salaman