Trump-Netanyahu itu agamanya beda bisa bersatu. Ini Sunni-Syiah senangnya ribut mulu gimana mau menang

Trump-Netanyahu itu agamanya beda bisa bersatu

Ini Sunni-Syiah senangnya ribut mulu gmana bisa menang lawan Israel

Perpecahan antara Sunni dan Syiah secara geopolitik sebagai kondisi yang menguntungkan bagi kepentingan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Timur Tengah.

Berikut adalah beberapa poin utama mengenai bagaimana perpecahan tersebut memberikan keuntungan bagi mereka:

1. Melemahnya Kekuatan Perlawanan Kolektif

    • Aliansi Terpecah: Jika dunia Islam bersatu tanpa hambatan sektarian, kekuatan kolektif mereka untuk menentang kebijakan Israel atau pengaruh AS akan jauh lebih besar.
    • Fokus Internal: Konflik internal antara kelompok Sunni dan Syiah membuat negara-negara Muslim lebih fokus pada persaingan regional satu sama lain daripada bersatu dalam isu-isu seperti kemerdekaan Palestina.

    2. Strategi “Devide et Impera” (Pecah Belah)

      • Provokasi dan Propaganda: Tokoh-tokoh seperti almarhum K.H. Hasyim Muzadi menyebut bahwa konflik ini sering kali dipicu oleh provokasi pihak luar untuk memastikan umat Islam tetap terpecah.
      • Alat Geopolitik: Perpecahan teologis yang berusia 14 abad kini telah bergeser menjadi alat geopolitik modern untuk menjaga dominasi kekuasaan di kawasan tersebut.

      3. Keamanan Regional Israel

        • Berkurangnya Ancaman: Israel merasa lebih aman ketika musuh-musuh regionalnya saling berseteru. Sebaliknya, jika kekuatan besar seperti Iran (Syiah) dan Arab Saudi (Sunni) bekerja sama secara penuh, posisi strategis Israel di kawasan tersebut akan menjadi sangat sulit.
        • Aliansi Tak Terduga: Perpecahan ini terkadang mendorong beberapa negara Sunni untuk membangun kerja sama strategis atau normalisasi hubungan dengan Israel demi menghadapi pengaruh Iran, yang mereka anggap sebagai ancaman yang lebih mendesak.

        4. Kepentingan Penjualan Senjata dan Pengaruh AS

          • Ketergantungan Keamanan: Konflik yang terus berlangsung di Timur Tengah membuat negara-negara di kawasan tersebut sangat bergantung pada dukungan militer dan perlindungan keamanan dari Amerika Serikat. Makanya pangkalan militer AS bercocok di negara-negara Timur Tengah.
          • Pasar Senjata: Ketegangan antara blok Sunni dan Syiah menciptakan permintaan yang tinggi bagi industri pertahanan AS.

          Tinggalkan Balasan

          Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

          1 komentar