Saya ingin menjelaskan beberapa poin Analisis penting yang substansial di lapangan, agar kita tidak terdistraksi dengan berbagai pemberitaan media yang misleading tentang perang Iran saat ini.
Pertama:
Trump kemarin memberikan statement, bahwa AS berpeluang untuk mengakhiri perang ini, tapi hal ini akan di diskusikan dengan Netanyahu. Secara tidak langsung Trump mengakui perang ini tanpa arah dan jauh dari harapan.
Kedua:
Transisi kekuasaan terjadi di Iran dengan sangat elegan dan berjalan lancar, pemilihan pemimpin tertinggi Iran yang baru Sayyed Ayatollah Mojtaba Khamenei memberikan harapan dan energi luar biasa bagi kondisi politik domestik Iran secara keseluruhan. Saat ini Pemimpin Tertinggi Iran mendapatkan dukungan rakyat yang sangat kuat untuk melanjutkan perang dengan Israel dan AS.
Ketiga:
Operasi militer AS dan Israel di Iran semakin jauh dari kata berhasil, perang ini akan segera memasuki sepuluh hari kedua, dan tidak ada tanda tanda kemajuan signifikan di pihak AS dan Israel seperti retorika Trump dan kabinetnya.
Keempat:
Kekuatan angkatan bersenjata Iran masih sangat kuat dan sangat mampu melanjutkan perang jangka panjang dengan dukungan kuat seluruh rakyat Iran.
Kelima:
Keinginan AS dan Israel yang berambisi melakukan regime change di Iran saat ini terlihat semakin jauh dari harapan, pergantian kepemimpinan Iran saat ini bukan hanya memberikan kekuatan politik domestik yang kuat, tapi juga memberikan peluang kemajuan lobby politik luar negeri Iran yang lebih progresif.
Keenam:
Trump dan Netanyahu saat ini berbeda pendapat tentang kelanjutan perang, Trump dan kabinetnya memasukkan opsi berhenti perang dan gencatan senjata dengan Iran. Sedangkan Israel dan Netanyahu terus menekan Trump agar melanjutkan perang sampai tujuan Israel tercapai, diantaranya, Memusnahkan nuklir Iran, menghancurkan balistik Iran, dan melemahkan kemampuan Iran dalam mendukung proxi Iran di seluruh kawasan itu.
Ketujuh:
Menhan AS Pete Hegseth dan Menlu AS Marco Rubio saat ini memberikan banyak statement ke media yang menjelaskan bahwa AS akan berperang lama di Iran, tapi yang perlu anda ketahui, di kabinet Trump saat ini tidak ada yang powerful menchallange Trump. Trump tidak terlalu peduli dengan pendapat menterinya dan retorika mereka. Trump mengendalikan semua keputusan, termasuk pertimbangan dia yang ingin berhenti perang.
Kedelapan:
Perang ini belum menjadi perang kawasan dan masih terbatas antara Iran melawan AS dan Israel. Semua proxi Iran saat ini belum ada yang terlibat all out. Hanya hizbullah di Lebanon yang saat ini terlibat secara parsial. Ini menunjukkan posisi Iran yang dianggap masih kuat berperang sendirian.
Kesembilan:
Perang kawasan total hanya akan terjadi apabila AS memutuskan melakukan perang darat yang peluang nya sangat kecil. Sedangkan jika mengandalkan perang udara maka itu sama sekali tidak akan berdampak pada proses pelemahan pemerintah Iran.
Kesepuluh:
Kondisi kekuatan AS di kawasan teluk dan timur tengah saat ini tidak kuat, banyak tentara AS bersembunyi, dan AS meminta semua warganya di seluruh timur tengah untuk tidak beraktivitas diluar rumah. Ini terutama setelah terjadi serangan intensif Iran terhadap berbagai lokasi dan setelah banyak pangkalan militer AS dihancurkan Iran.
Kesebelas:
Dukungan Rusia dan China kedepan terhadap Iran bisa jadi semakin meningkat, seiring meningkatnya kepercayaan diri politik dalam negeri Iran pasca pergantian kepemimpinan baru Iran saat ini Ayatollah Mojtaba Khamenei. Ini akan jadi tantangan lain bagi AS dan Israel.
Keduabelas:
Skenario perang darat dan perang kawasan saat ini peluangnya masih kecil, karena dampaknya akan sangat besar, salah satu dampak terbesar jika terjadi perang kawasan adalah kematian yang tinggi di pihak AS dan Israel, dan peluang terguling nya beberapa pemerintahan arab sahabat AS seperti Bahrain dan UAE. Perang kawasan akan sangat tidak terkontrol.
Ketigabelas:
Harga minyak dunia dan dampak ekonomi global akan sangat signifikan apabila perang ini berlarut-larut apalagi sampai berlangsung berbulan-bulan. Ini akan menyeret dunia dalam masalah yang lebih kompleks.
***
Dari semua kondisi diatas, pilihan AS dan Israel saat ini yang paling masuk akan adalah mencari emergency exit, agar perang panjang tidak berlanjut, AS bisa menjaga muka, dan mencari penengah untuk mediasi dengan Iran. PR nya disini, AS harus mampu meyakinkan Israel untuk ikut berhenti juga.
Kondisi saat ini memiliki peluang yang kecil pemerintah Iran akan jatuh, dan realitas pahit ini harus ditelan AS dan Israel. Mau atau tidak.
Situasi GeoPolitik seperti ini di seluruh kawasan saat ini memberikan gambaran bahwa, kemenangan yang ingin dicapai AS dan Israel di Iran akan semakin jauh dari realitas yang ada. Tidak ada satupun pakar militer atau pakar GeoPolitik yang memberikan analisis optimis bagi kemenangan AS dan Israel atas Iran saat ini.
Dan jika akhirnya AS dan Israel berhenti perang di tengah jalan, maka Iran bukan hanya menang di lapangan, tapi Iran berpeluang menjadi negara yang jauh lebih kuat lagi dimasa depan. Dan ini adalah realitas pahit lain yang harus ditelan AS, Israel, dan seluruh sekutunya.
(Tengku Zulkifli Usman)






