



MAKSUD HATI MEMBELA GIBRAN, TAPI MALAH JADI BLUNDER?
Penyanyi sekaligus dokter bedah plastik, Tompi, mengkritik Pandji Pragiwaksono karena menyebut Gibran ngantukan.
“Apa yang terlihat ‘mengantuk’ pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON,” tulis Tompi di akun Instagramnya.
Gara-gara Tompi menyebut PTOSIS akhirnya semua penasaran dengan isitilah PTOSIS.
Dokter Tifa pun menanggapi pernyataan Tompi terkait PTOSIS.
“Lebih baik dikatain Ngantukan dong daripada Ptosis.
Evidence Based Medicine, basis bukti ilmiah yang jadi rujukan dokter seluruh dunia membuktikan, bahwa PTOSIS berhubungan dengan gangguan mental, depresi, bipolar, scizopenia, dan penggunaan psikotropika atau narkoba.
Penelitian terhadap 4.000+ subjek artinya sangat valid susah dibantah.
Jadi, Gibran lebih suka disebut Ngantukan sama Panji atau Ptosis sama dr Tompi?” ujar Dokter Tifa di akun media sosialnya di X.
Dokter Tifa menyertakan jurnal penelitian dari AS berjudul:
“Hubungan Ptosis dengan Kondisi Kesehatan Mental pada Orang Dewasa dari Basis Data Penelitian Besar di Amerika Serikat”
Abstrak
Pendahuluan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara blefaroptosis (ptosis) dan prevalensi gangguan kesehatan mental pada orang dewasa, termasuk kecemasan, depresi, gangguan bipolar, gangguan spektrum skizofrenia, dan gangguan penggunaan zat/kecanduan.







Komentar