Tokoh Perlawanan Irak Serukan Warga AS Rebut Negaranya dari Trump dan Israel

Seorang pemimpin senior kelompok perlawanan Irak menyerukan langsung kepada rakyat Amerika Serikat agar “merebut kembali” negara mereka dari kepemimpinan Presiden AS Donald Trump yang ia sebut tunduk pada kepentingan Israel.

Seruan itu disampaikan oleh Abu Alaa Al-Walae, Sekretaris Jenderal Brigade Sayyed Al-Shuhada dalam Perlawanan Islam di Irak, melalui pesan yang dirilis Rabu (4/3/2026), di tengah memanasnya perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dalam pesannya, Al-Walae menuding Trump telah merampas makna demokrasi Amerika dan menyeret rakyatnya ke dalam perang yang bukan demi kepentingan nasional AS. Ia menyebut satu-satunya ancaman nyata bagi rakyat Amerika saat ini justru datang dari kebijakan pemimpinnya sendiri.

“Trump dan Netanyahu telah merampas demokrasi Anda, mengambil pajak Anda, dan mengirim putra-putra Anda ke medan perang dengan dalih ancaman yang dibuat-buat,” tulisnya, merujuk pada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Al-Walae mendesak warga Amerika agar segera bertindak untuk menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut. Menurutnya, semakin lama konflik berlanjut, semakin besar pula korban jiwa dan beban ekonomi yang harus ditanggung rakyat AS.

Ia juga menyinggung negara-negara Teluk Persia yang selama ini menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika. Menurutnya, negara-negara tersebut kini menyadari bahwa keberadaan pangkalan AS justru menjadikan mereka sasaran dan “pos terdepan” dalam konflik yang lebih luas.

Pernyataan ini muncul setelah serangan udara gabungan AS-Israel terhadap Iran yang diklaim telah menewaskan ratusan hingga hampir seribu warga Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer Israel serta aset militer Amerika di kawasan.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Amerika Serikat terkait pernyataan tokoh perlawanan Irak tersebut. Namun eskalasi retorika dan aksi militer menunjukkan konflik kawasan ini berpotensi meluas jika tidak segera diredakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *