

🚨 BREAKING: serangan awal Israel – Amerika Serikat dikabarkan ditargetkan untuk menarget Ali Khamenei saat sedang mengadakan pertemuan.
Pasukan AS dan Israel disebut mengatur waktu serangan pembuka mereka agar bertepatan dengan rapat yang sedang dipimpin oleh Khamenei bersama para penasihat utamanya, menurut dua sumber AS.
Pejabat Israel mengatakan Khamenei tewas bersama Ali Shamkhani, mantan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional, serta Komandan IRGC Mohammed Pakpour.
Dua sumber Iran mengonfirmasi bahwa Khamenei sedang duduk bersama Shamkhani dan Sekretaris Dewan Keamanan Ali Larijani ketika bom mulai berjatuhan.
‘Seseorang’ mengetahui secara pasti di mana Pemimpin Tertinggi berada, dengan siapa ia bertemu, dan kapan waktu yang tepat untuk menyerang.
Jenis intelijen seperti itu bukan berasal dari citra satelit, itu berasal dari ‘seseorang’ yang berada di dalam ruangan.


🚨INTELIJEN 🇺🇸🇮🇱 MENDETEKSI TIGA PERTEMUAN KEPEMIMPINAN SEKALIGUS… ITU ALASANNYA MEREKA MENYERANG DI SIANG HARI
Badan intelijen Israel dan AS telah menunggu momen ini.
Pada Sabtu pagi, mereka berhasil melacak Khamenei ditambah dua pertemuan pejabat senior lainnya yang berlangsung secara bersamaan.
Kesempatan itu terlalu langka untuk menunggu hingga malam tiba.
Jet-jet Israel menjatuhkan 30 bom di kompleks kediaman Khamenei.
Mereka juga membunuh penasihat keamanan Ali Shamkhani, komandan IRGC Mohammad Pakpour, dan Menteri Pertahanan Amir Nasirzadeh.
Pada Kamis malam sebelumnya, Kushner dan Witkoff menelepon Trump dan memberitahunya bahwa pembicaraan (perundingan dengan Iran) tersebut telah gagal.
Iran tidak akan menghentikan pengayaan uranium atau menyerahkan rudal-rudalnya.
Intelijen juga menunjukkan bahwa Teheran mempertimbangkan untuk menyerang target Amerika terlebih dahulu.
Pada Sabtu pagi, 200 pesawat tempur Israel telah menghantam 500 target dalam kampanye udara terbesar dalam sejarah Israel.
Israel juga meretas aplikasi doa paling populer di Iran dan mengirim pesan yang menyuruh angkatan bersenjata untuk membelot:
“Bantuan telah tiba.”
Sumber: Wall Street Journal, Reuters via @MarioNawfal







Sesuai perkiraan saya ini sdh pasti ada informan ( mata2) zionist disana