Seorang tentara IDF bernama Shmuel Kaplan membagikan foto dirinya dengan topi santa memegang peluru artileri, menyatakan, “kami di Resimen Artileri memberikan hadiah kepada warga Gaza berupa bom Natal”.
Pesan tersebut dipublikasikan bersama dengan emoji dan bendera ‘Israel’.
Para pembela hak asasi manusia dan pengguna media sosial mengecam unggahan tersebut, mengatakan bahwa itu mencerminkan pola dehumanisasi dan hasutan yang lebih luas oleh tentara ‘Israel’ selama gencatan senjata di Gaza.
Israel telah melakukan 1.000 pelanggaran gencatan senjata dalam 80 hari di Gaza, termasuk gelombang pemboman hebat pada Hari Natal.
Di Tepi Barat Palestina yang diduduki, umat Kristen Palestina diserang oleh tentara Israel dan pemukim Yahudi selama perayaan hari raya keagamaan tersebut.
Israel kini telah menghancurkan 96% populasi Kristen Palestina sejak Nakba tahun 1948.
IRONISNYA… banyak Umat Kristiani yang malah mendukung dan membela ZIONIS ISRAEL.







Komentar