
TELKOM-BOY
Ketika BUMN Telkom/Telkomsel rugi 78% di saham GOTO, kakak bekas Menteri BUMN Erick Thohir, yakni Garibaldi Thohir, malah cuan 5.900%.
Coba buka daftar pemegang saham emiten di atas 1% yang dirilis BEI per 27 Februari 2026. Lihat GOTO. Terkonfirmasi bahwa BUMN Telkomsel memegang 23,77 miliar lembar saham. Itu artinya, Rp6,4 triliun uang negara yang dikeluarkan Telkom/Telkomsel pada 2021 sekarang cuma setara 1,99%. Dengan kata lain, investasi tersebut susut 77,78% dalam lima tahun. Sebanyak Rp4,98 triliun uang rakyat menguap—dengan asumsi harga GOTO saat ini Rp60 per lembar.
Bandingkan dengan Boy Thohir. Harga belinya Rp1 karena berstatus investor awal. Saat ini, ia menggenggam 1,09 miliar lembar saham yang setara dengan Rp65,4 miliar (dengan asumsi harga Rp60). Kekayaan Boy melesat 5.900% di GOTO.
Beberapa orang bilang rugi dalam investasi itu jamak. Namanya risiko investasi.
Betul, kalau itu duit Anda sendiri. Namun, akan menjadi ngawur tingkat berat jika hal tersebut melibatkan uang negara atau BUMN seperti Telkom. Apalagi ada dugaan kuat konflik kepentingan dan nepotisme karena posisi kakak-beradik Erick dan Boy Thohir.
Kelihatannya, pemimpin yang sekarang masih dalam tahap omon-omon di kasus GOTO. Mungkin kurang peka jika uang Telkom yang susut di GOTO sebesar Rp4,98 triliun itu akan sedikit bermanfaat jika digunakan memperbarui rudal tentara kita, yang belakangan ini jadi bahan olok-olok netizen karena daya jangkau dan ledakannya diledek setara petasan cabai rawit.
Erick Thohir, penguasa BUMN ketika transaksi terjadi, masih aman di posisi Menpora. Kakaknya pun tetap bertengger di top list pemegang saham emiten BEI terbanyak dengan kepemilikan di tujuh perusahaan berbeda.
Tak ada pejabat Telkom/Telkomsel yang diseret untuk bertanggung jawab, baik yang berstatus bekas maupun yang masih aktif. Bahkan, mereka yang diduga terlibat kasus ini pun masih aman duduk sebagai komisaris BUMN kelas A. Hukum jadi kerdil sekali.
Maka, pelajaran pentingnya adalah: memakai duit negara untuk memperkaya keluarga sendiri itu sah. Omongan presiden yang bakal mengejar koruptor sampai Antartika adalah omon-omon yang tak perlu digubris. Tak perlu digubris pula permintaan dia agar rakyat bersiap menghadapi situasi sulit sebagai dampak dari perang AS/Israel vs Iran.
Bakal amat menjengkelkan jika betul beberapa hari lagi ia bakal memberikan taklimat kepada rakyat soal menghadapi situasi sulit itu, sementara di sisi lain ada keluarga pejabat yang kekayaannya melambung 5.900% karena dibantu negara.
Salam,
Agustinus Edy Kristianto







karna KPK nya byk termul?