Teddy tak Bisa Dampingi Prabowo, Sjafrie Bisa
Oleh: Erizal
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya termasuk yang disebut-sebut bakal mendampingi Prabowo pada Pilpres 2029 nanti. Ini disebabkan saking dekatnya Letkol Teddy dengan Presiden Prabowo. Di mana ada Presiden Prabowo, maka di situlah ada Letkol Teddy. Ia termasuk salah satu yang sering disebut Hambalang Boys.
Tapi, dibandingkan Prasetyo Hadi, Sugiono, Angga Raka Prabowo, Sudaryono, misalnya, Letkol Teddy termasuk orang baru yang dekat dengan Prabowo. Awalnya Letkol Teddy justru dianggap orang dekatnya Jokowi. Mantan Ajudan Jokowi. Setelah Prabowo menjabat Menhan 2019, Letkol Teddy seperti dititipkan Jokowi kepada Prabowo dan tak lepas sampai sekarang.
Jadi, meskipun baru didekat dengan Prabowo dibandingkan Hambalang Boys lainnya, tapi Letkol Teddy langsung sangat dekat dengan Prabowo. Hampir tak ada satu momen politik pun yang Letkol Teddy tak berada di samping Presiden Prabowo. Dalam negeri maupun luar negeri. Wajar ia disebut sebagai Wakilnya Prabowo pada Pilpres 2029 nanti.
Tapi, bagi orang yang sempat melihat tanggal lahirnya Letkol Teddy, rasanya sulit baginya untuk mendampingi Prabowo, sebagai Cawapresnya. Sebab, Letkol Teddy lahir 14 April 1989. Artinya, usianya baru genap 40 tahun pada 14 April 2029. Terlalu mempet. Kecuali, pendafatarn Capres-cawapres dilakukan tanggal 14 April 2029 itu. Terlalu dipaksakan.
Berkaca dari Pilpres sebelumnya, pendaftaran Capres-cawapres sudah dilakukan pada akhir tahun 2023. Artinya, akhir 2028 Capres-cawapres sudah harus mendaftarkan diri dan usia Letkol Teddy saat itu belum genap 40 tahun. Letkol Teddy tak pernah jadi pejabat yang dipilih seperti anggota DPR/D atau Kepala Daerah seperti Gibran dulunya.
Gibran adalah sebuah kecelakaan sejarah yang dampaknya masih terasa sampai sekarang. Makin lama makin terasa bahwa itu nafsu berkuasa yang kelewatan dan sulit untuk dibela. Prabowo tak akan melakukan kesalahan yang sama seperti Jokowi. Cawapres yang masih muda pada periode kedua, jarang yang bisa diterima oleh mitra koalisi lainnya.
Pengalaman periode kedua, baik SBY maupun Jokowi, bahkan termasuk Megawati, meski kalah oleh SBY, Cawapresnya tetap tokoh senior yang kecil kemungkinan akan maju pada Pilpres berikutnya. Ini yang paling bisa diterima mitra koalisi lainnya. Tokoh yunior, apalagi terasosiasi dengan partai tertentu, pasti akan sulit diterima. Kecuali, tak mau adanya koalisi besar. Ini riskan.
Makanya saya usulkan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin. Sahabat karib Presiden Prabowo, dalam suka dan duka. Kualitas pun relatif sama. Lebih muda setahun dari Presiden Prabowo. Bayangan Indonesia kuat terasa dekat. Jadi Bukan Gibran, AHY, Zulhas, Cak Imin, atau yang lainnya. Prabowo-Sjafrie 2029-2034 dwitunggal sejati yang tak terkalahkan. (*)







Di negri Konoha apa saja bisa terjadi bro…
Lu inget engga paman Usman acak2 konsitusi agar si bocil bisa jd wapres nya junjungan lu Zal
Yang bener
Bukanya slogan nya Melanjutkan
Jadi MELANJUTKAN KEBOBROKAN RAJA TIPU, udah biasa sih bagi Rezim ini
Silakan sj pilih Teddy sbg wakil, kalo pingin negeri ini spt negerinya kaum Nabi Luth AS …
Paling setelah itu negeri ini diadzab🥴
sepakat duet Prabowo-Sjafrie