🔴Cuplikan Pidato Mahmoud Abbas:
“Meskipun semua penderitaan yang dialami rakyat kami, kami menolak apa yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober—tindakan yang menargetkan warga sipil Israel dan menyanderanya—karena tindakan tersebut tidak mewakili rakyat Palestina maupun perjuangan mereka yang adil untuk kebebasan dan kemerdekaan.”
“Kami telah menegaskan—dan akan terus menegaskan—bahwa Gaza adalah bagian integral dari Negara Palestina, dan kami siap untuk mengambil tanggung jawab penuh atas pemerintahan dan keamanan di sana. Hamas tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan, dan mereka, bersama dengan faksi lain, harus menyerahkan senjatanya kepada Otoritas Nasional Palestina dalam kerangka pembangunan institusi satu negara, satu hukum, dan satu pasukan keamanan yang sah. Kami tegaskan kembali bahwa kami tidak menginginkan negara bersenjata.”
_______________
TANGGAPAN HAMAS
Menanggapi pidato Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, kami, dalam Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), menegaskan hal-hal berikut:
- Perlawanan Palestina adalah tanggung jawab nasional dan moral yang memperoleh legitimasinya dari rakyat Palestina yang teguh dan hak alami mereka untuk melawan pendudukan, sebagaimana diakui oleh hukum dan piagam internasional. Kami dengan tegas menolak identifikasi Presiden Otoritas Palestina dengan narasi Zionis yang salah yang berusaha mendistorsi perlawanan dengan menuduhnya menargetkan warga sipil.
- Segala upaya untuk memaksakan pengawasan atas rakyat kami dan kehendak mereka akan gagal. Kami menganggap pernyataan Presiden Otoritas Palestina bahwa Hamas tidak akan memiliki peran dalam pemerintahan sebagai pelanggaran terhadap hak bawaan rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan memilih siapa yang memerintah mereka, serta sebagai penyerahan yang tidak dapat diterima terhadap dikte dan skema asing. (catatan redaksi: Hamas adalah pemenang pemilu yang dipilih mayoritas rakyat Palestina)
- Kami menegaskan bahwa senjata perlawanan tidak dapat disentuh selama pendudukan terus menduduki tanah kami dan berada di hati rakyat kami. Kami mengutuk tuntutan Presiden Otoritas Palestina untuk menyerahkan senjata tersebut, terutama di tengah perang pemusnahan brutal yang dialami rakyat kami di Jalur Gaza, serta kejahatan dan serangan barbar yang dilakukan oleh pemukim bersenjata dan tentara pendudukan terhadap warga sipil tak bersenjata di Tepi Barat yang diduduki.
- Satu-satunya cara untuk melindungi perjuangan nasional kami dan menghadapi skema pendudukan fasis yang bertujuan memusnahkan dan mengusir rakyat kami di Gaza, mencaplok Tepi Barat, serta melakukan Yudaisasi terhadap Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa adalah melalui persatuan nasional dan konsensus pada program perjuangan komprehensif untuk menghadapi pendudukan Zionis yang kriminal, hingga aspirasi rakyat kami untuk pembebasan, kembalinya pengungsi, dan pendirian negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya tercapai.
Gerakan Perlawanan Islam
Kamis: 03 Rabi al-Akhir 1447 H
Bertepatan dengan: 25 September 2025 M






