Tanah Makam Jakarta Penuh, Ke Mana Jenazah Dikubur Selanjutnya?

Di tengah padatnya kawasan Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Pasar Baru Barat berdiri sebagai ruang hening yang kian menyempit. Dikepung gedung perkantoran, hotel, dan apartemen, area pemakaman seluas hampir 6,9 hektare itu kini tak lagi memiliki satu pun petak tanah kosong.

TPU Karet Pasar Baru Barat telah dinyatakan penuh sejak 2017. Hingga hari ini, pengelola hanya melayani pemakaman dengan sistem makam tumpang.
“Sudah penuh sejak tahun 2017. Sekarang hanya melayani makam tumpang saja,” ujar operator TPU Karet Pasar Baru Barat, Ade Rendra, Rabu (22/10/2025).

Kawasan pemakaman khusus umat Islam ini terbagi ke dalam lima blok utama—AA1, AA2, A1, A2, dan A3—dengan total 51 petak atau blat. Pembagian tersebut dilakukan untuk kepentingan penataan, bukan sebagai indikator ketersediaan lahan baru.

Di hari biasa, suasana TPU relatif lengang. Beberapa peziarah datang membawa bunga tabur dan air mawar, sementara petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) rutin membersihkan jalan setapak, memangkas rumput, dan mengangkut dedaunan kering.
“Penyapuan dan pengangkutan sampah dilakukan setiap hari. Pembabatan rumput Senin sampai Jumat. Area dibagi menjadi empat zona kerja,” kata Ade.

Namun, keterbatasan lahan terlihat jelas dari rapatnya susunan nisan. Di sejumlah titik, makam tampak menjulang lebih tinggi sekitar 40–60 sentimeter dibanding sekitarnya. Kondisi ini menandai keberadaan makam tumpang hingga tiga jenazah dalam satu liang.

Di salah satu nisan di blok A1, tercantum tiga nama dengan tahun wafat berbeda—1994, 2010, dan 2023—menunjukkan praktik pemakaman lintas generasi di lahan yang sama. Pola ini kian lazim seiring menipisnya ruang pemakaman di pusat ibu kota.

Kondisi TPU Karet Pasar Baru Barat menjadi potret krisis lahan makam di Jakarta. Ketika lahan pemakaman lama tak lagi mampu menampung jenazah baru, sistem makam tumpang menjadi pilihan yang tak terhindarkan. Situasi ini memunculkan pertanyaan yang terus berulang: ketika seluruh tanah makam penuh, ke mana jenazah warga Jakarta akan dimakamkan selanjutnya?

Komentar