TAMPAKNYA PERANG AKAN SEGERA BERAKHIR

✍🏻Made Supriatma

Sekarang orang bisa bernapas agak lega. Perang mungkin akan selesai begitu saja. Hari ini si Monster Oranye itu (TRUMP) bilang perang dengan Iran, “is very complete, pretty much.” Artinya, ya sudah komplit. Lengkap. Selesai. Disambung, β€œWe’re very far ahead of schedule.” Kita jauh di depan yang kita jadwalkan.

Seperti biasa, Monster Oranye ini selalu membuat posisinya tidak jelas. Agaknya dia sudah mulai merasakan dampaknya. Harga minyak meroket. Pengaruhnya akan sangat besar pada ekonomi. Bursa saham di seluruh dunia anjlok. Hanya karena satu ekor bajingan ini.

Indonesia juga agak lega. Rupiah kemarin mencapai rekor 17,010 per dolar. Stok energi kita tipis. Kalau saja perang sampai empat minggu, kita klojat klojot. Itu sebabnya kemarin TNI diturunkan disuruh waspada khususnya terhadap langit! Padahal yang harus diwaspadai adalah harga BBM dan harga-harga lain yang pasti naik.

Ini beneran, perang yang nggak perlu. Saya nggak mengerti mengapa Gusti Tuhan menciptakan manusia-manusia seperti Trump, Netanyahu … dan Anda boleh tambahkan daftarnya. Yang bikin susah orang lain saja.

Saya benar-benar gregetan dengan tingkah laku Israel dan AS ini. Terutama karena main bom sana dan sini. Dan, saya kira Iran punya hak untuk mengoyak negara-negara Teluk yang tidak punya pendirian. Kalau Iran sedikit saja diberi kelonggaran, negara-negara kecil yang jadi pion-nya Amerika ini nggak punya masa depan.

Makin lama, saya makin yakin bahwa negara seperti Israel ini bukan negara yang normal. Negara apartheid yang selalu merasa dirinya korban. Itulah. Yang paling berbahaya di dunia ini adalah perasaan menjadi korban … ini menjadi justifikasi untuk boleh melakukan apa saja. Termasuk kekejian luar biasa seperti yang ditunjukkan Israel.

“Israel punya hak untuk dijamin keamanannya” Itu kata seorang politisi Indonesia kemarin dulu. Lhah, bagaimana kalau dia adalah sumber ketidakamanan bagi negara-negara tetangganya?

Tapi ya sudahlah. Orang-orang di Timur Tengah ini memang adatnya saling mengintai leher satu sama lain.

Soalnya, dimana posisi kita? Menurut saya, kalau saja kita mengambil posisi sebagai pembeli bensin — tidak peduli pemasok dan pemilik kios berantem — mungkin malah paling baik.

Mengapa kita sok ikut jadi penengah dibawah perlindungan preman kampung yang bersekutu dengan pemilik toko komputer menguasai pasokan dan kios minyak sekaligus?

Biar dapat bensin gratis? Ya jauhlah, Bro. Kok iseng banget. Udahlah jadi pembeli bensin saja. Habis itu kerja lagi ngojol! Dapat duit. Keluarga makan dengan tenang. Nanti lebaran beli baju baru.

Sesederhana itu.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. untung belum pernah pilih partai gerandong/prabowok πŸ˜‚ partai angry bird, partai kepala ayam πŸ₯, partai omon omon, partai korupsi kolusi nepotisme diktator