Tahukah Anda bahwa CEO Instagram adalah warga negara Israel yang keluarganya tinggal di tanah Palestina yang dicuri ❓

Adam Mosseri adalah CEO Instagram (Head of Instagram), yang bertanggung jawab atas semua fungsi teknis, produk, dan operasional aplikasi tersebut. Ia memiliki latar belakang yang kuat dalam desain dan manajemen produk, dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun di Meta (sebelumnya Facebook), termasuk memimpin tim News Feed sebelum bergabung dengan Instagram pada tahun 2018 untuk menjabat sebagai CEO.

🟥 Siapakah Adam Mosseri? Dan Mengapa Pentingnya Ia Mengelola Instagram


Nostalgia Seorang Pria Berkuasa
CEO Instagram, Adam Mosseri, telah berkali-kali mengunggah tentang hubungannya dengan Israel. Di akunnya sendiri, ia membagikan foto-foto “musim panas di Yafo” bersama ayah dan anak-anaknya. Ia juga mengunggah tentang “sarapan bersama safta-nya di Tel Aviv” saat kecil. Ia bercerita santai tentang es krim di pantai, kumpul keluarga, dan kenangan masa kecil. Ia mengatakan bahwa ia tumbuh besar dengan menghabiskan setiap musim panas di Israel. Ia bangga.

Ia juga memiliki kewarganegaraan ganda AS-Israel, dengan keluarga yang masih tinggal di tanah Palestina yang dicuri.

Saya merasa ini sangat, sangat mencerahkan. Dan relevan. Bukan karena ia seorang Yahudi – meskipun agama tentu saja mencerahkan bagi kita semua, tetapi karena ia adalah warga negara yang setia dan bangga dari sebuah negara yang melakukan genosida, dengan Perdana Menteri yang didakwa atas kejahatan perang, dan keluarganya yang tinggal di seluruh tanah Palestina yang telah diusir.

Ya, ini sangat relevan untuk saat ini.

Bagi sebagian besar pengikutnya, unggahan-unggahan gemilang Adam ini mungkin tampak biasa saja. Hanya seorang pria sukses yang mengenang tradisi keluarga. Namun bagi orang Palestina, dan bagi siapa pun yang mengetahui sejarah negeri ini, unggahan-unggahan ini mengingatkan kita pada sesuatu yang jauh lebih kelam. Karena tempat-tempat yang dikenang Mosseri dengan penuh kasih sayang sama sekali bukan tempat liburan yang netral. Tempat-tempat itu adalah inti dari Nakba — kampanye pembersihan etnis yang brutal dan genosida tahun 1948 — ketika ratusan ribu warga Palestina diusir dari rumah mereka.

Dan ini penting. Ini penting karena Mosseri sekarang memimpin platform yang secara permanen memblokir saya dari Instagram karena advokasi saya untuk orang-orang Palestina yang keluarganya telah mengungsi — menghapus akun yang, pada saat itu, merupakan satu-satunya akun paling aktif di dunia tentang Gaza — setelah apa yang dikatakan pengacara saya sebagai “tuntutan pemerintah.” Ini penting karena “pemerintah” yang dimaksud adalah Israel. Dan ini penting karena orang di puncak Instagram, yang melaksanakan tuntutan itu, memiliki ikatan keluarga, hukum, dan emosional seumur hidup dengan negara yang membungkam saya. Begitu pula beberapa rekan seniornya di Meta.

SELENGKAPNYA BACA TULISAN SHAUN KING (Mualaf AS, aktivis Pembela Palestina)

👉 https://www.thenorthstar.com/p/did-you-know-the-ceo-of-instagram

Komentar