Tahu Kenapa Babi Diharamkan dalam Islam?

Tahu Kenapa Babi Diharamkan dalam Islam?

Tonton video 30 detik ini…

Larangan mengonsumsi babi bukan sekadar anjuran, tetapi termasuk salah satu hukum yang sangat tegas dalam ajaran Islam.

Bagi seorang Muslim hal ini bukan hanya untuk menjaga kesucian diri dari luarnya saja, tetapi juga baik dari sisi jasmani maupun rohani.

Dalil Tegas Diharamkannya Babi diantaranya Surah Al-Baqarah: 173:

“Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah…”

Selain itu, keharaman ini juga tercantum dalam Surah Al-Ma’idah ayat 3, Surah Al-An’am ayat 145, dan Surah An-Nahl ayat 115.

Melalui ayat² ini, keharaman babi tidak sebatas pada dagingnya saja. Seluruh bagian tubuhnya, termasuk lemak, kulit, tulang, hingga produk turunannya, termasuk dalam larangan.

Mengapa Babi Diharamkan?

Ada hikmah besar di balik pengharaman ini. Jika dilihat lebih dalam, bukan hanya aspek soal agama yang diangkat, tapi juga kesehatan, kebersihan, serta bentuk ketaatan yang menjadi landasan utama.

Najis dan Tidak Suci
Dalam Islam, babi termasuk dalam kategori najis berat (mughallazah). Sentuhannya saja sudah menuntut proses pensucian tertentu, apalagi jika dikonsumsi.

Kesehatan
Berbagai studi menunjukkan bahwa daging babi mengandung risiko tinggi terhadap infeksi parasit dan penyakit seperti cacing pita dan toksoplasmosis. Selain itu, sifat babi yang memakan segala termasuk kotorannya sendiri membuat risiko kesehatannya jauh lebih besar.

Sifat dan Kebiasaan Babi
Dalam kajian para ulama, babi dikenal memiliki sifat-sifat yang tidak terpuji, seperti tidak memiliki rasa malu dan kecenderungan pada hal-hal yang menyimpang. Dikhawatirkan, sifat ini secara tidak langsung bisa memengaruhi perilaku orang yang mengonsumsinya.

Tidak Memenuhi Syarat Hewan Halal
Babi secara anatomi tidak memiliki leher yang memadai untuk proses penyembelihan sesuai syariat. Hal ini menyebabkan babi tidak bisa disembelih secara syar’i, dan otomatis tidak memenuhi ketentuan hewan yang halal.

Menjaga Kesehatan Fisik
Larangan ini bukan sekadar ritual, tetapi upaya menjaga tubuh dari penyakit yang mungkin timbul akibat konsumsi daging babi. Perlindungan ini menjadi bagian dari rahmat Allah.

Menjaga Kebersihan Spiritual
Ketika tubuh bersih dari sesuatu yang diharamkan, hati pun menjadi lebih tenang dlm beribadah. Inilah bagian dari menjaga kesucian rohani dan adab dalam kehidupan seorang Muslim.

Ketaatan pada Prinsip Halal
Menghindari babi adalah bentuk nyata kepatuhan terhadap ketentuan halal dan thayyib dalam Islam. Ketaatan ini menjadi cermin keimanan dan komitmen terhadap ajaran agama.

Batasan dalam Kehidupan Muslim
Dalam praktiknya, larangan ini tidak hanya terbatas pada makanan, tapi juga pemanfaatan babi untuk keperluan lain.

Seluruh Bagian dan Produk Turunannya
Baik gelatin, lemak, kulit, maupun enzim dari babi yang digunakan dalam makanan, kosmetik, bahkan obat-obatan—semuanya termasuk dalam daftar yang harus dihindari.

Dan ini bukan hanya untuk tentang makanan, tetapi tentang ketaatan, kesehatan, dan upaya menjaga kesucian jiwa dan raga.

(Habibiequotes)

Komentar