Speechless

✍🏻Widi Astuti (aktivis muslim)

Kemarin malam itu lagi-lagi saya dibuat speechless. Sebuah notifikasi m-banking memberitahukan bahwa ada uang masuk sebesar 60 juta. Sebuah nominal yang membuat saya serasa membeku selama beberapa saat.

Tak berapa lama kemudian sebuah pesan masuk, mengabarkan bahwa dia baru saja transfer 60 juta untuk renovasi Masjid Dusun Kenalan, dusun minoritas muslim di Gunung Merbabu, Jawa Tengah. Dan dia ijin untuk menelpon. Dengan senang hati saya mengijinkan.

Suara seorang perempuan paruh baya terdengar di seberang sana. Dia menjelaskan bahwa donasi tersebut dari kakaknya dan ditujukan untuk almarhum kedua orang tuanya. Kamipun berbincang cukup lama.

Suaranya yang tegas dan terstruktur menandakan bahwa dia seorang intelek. Walaupun kami tinggal di kota yang berjauhan, tetapi serasa dekat. Dia terkadang menelpon dan berbincang banyak hal. Usianya yang jauh di atas saya tak membuatnya canggung untuk mengobrol dengan saya yang mungkin sepantaran dengan anaknya.

Masya Allah, senang rasanya ada donatur yang merasa nyaman mengobrol dengan kita. Kami terkadang berdiskusi beberapa hal. Nyambung aja meskipun beda usia.

Ketika percakapan usai, sayapun merenung. Betapa Alloh memberikan kemudahan proses renovasi Masjid Dusun Kenalan. Sangat mudah bagi-Nya untuk menggerakkan hati orang baik untuk membantu. Meskipun beda kota dan beda propinsi, tapi tak menghalangi kepercayaan mereka. Sebuah kepercayaan yang sangat berarti bagi kami.

Benar-benar berkah bulan Ramadhan. Sayapun tak mengira akan menerima donasi sebesar ini dari perseorangan. Kalau dari organisasi, masih wajar donasi sebesar 60 juta. Tapi kalau dari individu, tentulah itu luar biasa. Sebuah nominal donasi terbesar dari individu yang pernah kami terima.

Masya Allah, tak ada yang tak mungkin jika Alloh sudah berkehendak. Tak ada yang berat jika dijalani setulus hati. Karena sesungguhnya pertolongan-Nya akan selalu datang di saat yang tepat.

Jujurly, baru beberapa hari kemarin hati saya mulai ketar-ketir melihat donasi masjid Dusun Kenalan yang semakin menipis. Dan Alloh menjawab kekhawatiran kami dalam waktu sekejap. Alloh langsung menggerakkan hati orang baik nun jauh di Jakarta sana untuk membantu Masjid Dusun Kenalan di lereng Merbabu. Dusun yang belum pernah dikunjunginya tetapi dibantunya sepenuh hati.

Baru beberapa waktu yang lalu wajah saya murung karena donasi masjid Dusun Kenalan hampir habis. Dan sekarang tersenyum lebar. Karena sudah tidak khawatir lagi dengan tagihan nota dari toko material.

Masya Allah, sangat mudah bagi-Nya membalikkan keadaan dalam waktu sekejap. Dengan syarat kita percaya pada-Nya dan yakin akan pertolongan-Nya. Tentulah pertolongan-Nya akan turun jika syaratnya sudah terpenuhi terlebih dulu. Yaitu syarat bahwa kita sudah berikhtiar semaksimal mungkin.

Pola pertolongan-Nya selalu sama. Yaitu bekerja sungguh-sungguh, berikhtiar maksimal, setelah itu bertawakal sepenuh hati. Tentu diiringi doa setulus hati dalam lautan sujud.

Bahagia rasanya bisa dipertemukan dengan orang-orang baik nan tulus ikhlas dari berbagai kota. Orang-orang baik yang digerakkan oleh Alloh untuk membantu renovasi masjid di sebuah dusun nan dingin di ketinggian Gunung Merbabu.

Semoga proses renovasi masjid bisa berjalan cepat agar bisa segera digunakan kembali untuk beribadah, aamiin.

Banyak cerita dibalik proses renovasi masjid Dusun Kenalan ini. Cerita tentang sebuah dusun nan dingin di ketinggian Gunung Merbabu. Dusun yang “istimewa” dengan segala kisah di masa lalu. Melihat kubah indah sudah terpasang di satu-satunya masjid di Dusun minoritas muslim ini (hanya ada 15 KK dari total 165 KK), hati terasa lebih damai. (fb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar