Berikut ini adalah Q&A (Question&Answer) antara harapan dan kenyataan yang terjadi sejak perjanjian Oslo tahun 1993.
Perjanjian Oslo 1993 adalah titik balik sejarah ketika PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) untuk pertama kalinya mengakui keberadaan Israel, dan Israel mengakui PLO sebagai wakil sah rakyat Palestina.
Lalu bagaimana perjalanan otoritas Palestina selama puluhan tahun?
Q: Apakah Fatah mengakui negara Israel?
A: Ya. Sejak Perjanjian Oslo 1993, Fatah melalui PLO secara resmi mengakui eksistensi Israel dengan harapan terwujud solusi dua negara.
Q: Apakah Fatah menerima solusi dua negara?
A: Ya. Fatah menerima konsep negara Palestina di perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
Q: Dari perjalanan panjang itu, apakah Fatah bisa menjaga batas wilayah Palestina?
A: Tidak. Justru wilayah Palestina semakin menyempit akibat ekspansi permukiman Israel, aneksasi Yerusalem, dan kontrol militer yang makin luas.
Q: Apakah Fatah bisa menjaga hak warga Palestina di wilayah yang dikuasainya?
A: Tidak. Israel tetap bisa masuk, menangkap, dan mengeksekusi warga kapan saja. Aparat Fatah pun sering dianggap lebih menjaga keamanan untuk Israel ketimbang melindungi rakyatnya.
Q: Apakah Fatah bisa menjaga nyawa dan kemerdekaan rakyat Palestina dari penangkapan atau pembunuhan Israel?
A: Tidak. Ribuan warga ditahan dan ratusan dibunuh setiap tahun di wilayah Tepi Barat, bahkan di area yang secara resmi dikelola Fatah.
Q: Apa kesimpulan dari pengalaman Fatah menerima solusi dua negara dan mengakui Israel?
A: Gagal. Rakyat tetap kehilangan tanah, kedaulatan, dan keamanan. Solusi dua negara mandek, sementara Israel terus memperluas kendalinya.






