SKAK MAT
Sambil menggerakkan buah catur, dia mengatakan kepada Tel Aviv, “Jika kalian tidak menandatangani perjanjian keamanan, aku bisa mengerahkan pasukan Rusia dan tentara Turki di selatan Suriah, terserah kalian mau ngapain disitu.”
Dia juga bilang kepada Amerika, “Jika kalian tidak menyerahkan Kurdi SDF, aku akan dengan terpaksa memperbarui Perjanjian Adana dengan Turki, untuk meningkatkan zona penyangga dari 5 km menjadi 35 km.”
Setelah menggeser benteng, dia bilang sama Rusia, “Jika kalian tidak mau mempertahankan keamanan selatan Suriah, monggo kiranya pangkalan udara Hmeimim dan pangkalan Laut di Tartous dikosongkan segara.”
Kemudian dia bilang kepada semua orang, sambil menggeser kuda, “Kami hanya ingin merebut kembali distrik Sheikh Maqsoud dan Ashrafieh di Aleppo dalam dua hari, karena keberadaan kelompok teroris bersenjata (SDF) mengganggu aktivitas ekonomi negara.” Washington pun menutup mata, pura-pura tidak tahu apa yang terjadi (membiarkan SDF dilibas pasukan Jaulani). *SDF selama ini adalah alat dan sekutu AS untuk turut mengendalikan Suriah*
Setelah itu, dia menggerakkan kuda kedua dan berkata, “Kami ingin merebut kembali kota Deir Hafer dan kota Maskana untuk mencegah SDF agar tidak menyerang kota Aleppo dengan drone.”
Karena raja lawan sudah kena skak mat, akhirnya dia membalikkan papan catur dan mengakhiri permainan di Deir ez-Zor, Raqqa, dan Hasakah!
Sejak kemarin, Tom Barrack (Dubes AS) telah mencoba meyakinkan Jaulani untuk memberikan beberapa posisi dan konsesi kepada SDF, tetapi dia mengatakan kepada Barrack:
“Ya Hajji, Permainan sudah berakhir. Lembaga negara terbuka bagi siapa pun untuk bergabung sesuai dengan kemampuan masing-masing, tidak berlaku orang dalam, dan tidak ada istilah bagi bagi jatah.”
Sore itupun seluruh menara masjid di Suriah mengumandangkan takbir (atas kemenangan menaklukan wilayah yang selama ini dikuasai SDF) seakan Hari Raya telah tiba di akhir bulan Rajab.
Dua pelajaran penting dari main catur itu,
Pertama apa yang pernah dikatakan oleh salah satu panglima tentara Bani Umayyah, Al-Muhallab ibn Abi Sufra, “Kesabaran dalam menghadapi sebuah konsekuensi yang akan membawa kesuksesan, lebih baik daripada tergesa-gesa yang konsekuensinya akan berujung pada kerugian.”
Kedua, You must take your opponent into a deep dark forest where 2+2=5, and the path leading out is only wide enough for one 😄 (Anda harus membawa lawan Anda ke dalam hutan gelap yang lebat di mana 2+2=5, dan jalan keluar hanya cukup untuk satu orang).
(Saief Alemdar)







Komentar