Setiap kali saya posting menu MBG, selalu saja ada tukang cuci ompreng yang ngamuk-ngamuk

Setiap kali saya posting menu MBG, selaluuu saja ada tukang cuci ompreng yang ngamuk-ngamuk, kepala SPPG, ahli gizi abal-abal di SPPG tsb, atau malah pemilik SPPG/pengurus Yayasan yang marah-marah.

Dan lucunya, orang-orang ini bukannya membantah argumen dengan fakta, dia malah komen ad hominem.

Ayolah, yang saya kritisi itu menu! Bahwa menu kalian itu bergizi nggak, diabetes iya. Kenyang nggak, jadi penyakit iya. Maka kamu bantah dong dengan argumen kenapa menu MBG kalian begitu? Ini malah bahas-bahas pilpres, dll. Kalian mirip banget dengan Wowo (dialah yg betulan masih sakit hati dgn pilpres, padahal dia menang). Rajin banget dia ngungkit soal itu.

Tere Liye itu tidak nge-fans sama politisi, elu scroll ke bawah, semua pejabat, politisi, sekali dia bertingkah kena kritik. Kenapa Tere Liye nyinyir? Simpel, karena dia bayar pajak. Sudahlah bayar pajak, jutaan bukunya dibajak. Rugi kuadrat tinggal di Indonesia ini. Elu (dan elit politik) sih cuma netek saja lewat proyek-proyek, bansos, korupsi, dkk. Nggak tahu rasanya bayar pajak dan dirugikan triliunan.

(Tere Liye)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *