✍🏻Rahmatul Husni
Gegara ada yang nanya, saya jadi cek IG-nya.
Astaghfirullah… astaga, astaga!
Tidak hanya konten-kontennya, begitu cek kolom komentarnya.. istighfar 100x
Hampir 99% yang memuji adalah perempuan.
“Suka karena selalu jadi garda terdepan istri sah.”
“Suka Kak Itwill, nggak pernah menormalisasi perselingkuhan.”
“MasyaAllah, lelaki paling paham perempuan.”
FYI bagi yang belum tau, Itwill ini kaum LaGiBeTe yang terang-terangan menunjukkan pasangan dan gaya hidup hombrengnya ke publik. Baru-baru ini bahkan ngisi acara apalah gitu yang didominasi buibu.

Wahai para perempuan…
apakah kita benar-benar sedang melihat substansi?
Atau hanya terpukau oleh retorika yang terdengar membela?
Dalam Islamic worldview, kita diajarkan satu hal penting, bahwa tidak semua yang terlihat “pro-women” itu benar-benar memuliakan perempuan.
Ada yang membela di permukaan,
tapi secara worldview justru menggeser fondasi fitrah.
Islam sangat jelas dalam menjaga struktur fitrah laki-laki dan perempuan. Bukan karena Islam benci siapa pun. Justru karena menjaga tatanan penciptaan..
Ketika sesuatu yang secara syariat jelas batasnya mulai dirayakan sebagai “role model”, well we need to ask some questions,
Are we thinking clearly?
Atau hanya mengikuti arus simpati dan viralitas?
Empati kepada manusia itu wajib.
Menghalalkan atau menormalisasi penyimpangan itu beda perkara.
Dan bukan soal kebencian, melainkan soal konsistensi akidah. Jika kita mudah terpesona hanya karena seseorang terdengar membela perempuan, tanpa melihat fondasi nilai yang ia bawa, maka kita sedang membangun kekaguman di atas emosi, bukan di atas ilmu.
Perempuan Muslimah seharusnya lebih kritis dari itu. Jangan sampai karena haus validasi dan pembelaan, justru kehilangan kompas.
Islam sudah memuliakan kita tanpa perlu kita mengadopsi narasi yang bertentangan dengan fitrah.
Dan saya ulangi, kita tidak membenci manusianya.
Kita menolak normalisasi perilakunya.
Because compassion does not require compromise of truth.
Ingat, istri Nabi Luth juga diazab, bukan karena ia pelaku, namun karena membela pelaku sodomi.
Semoga Allah menjaga hati kita dari kekaguman yang membutakan.
(fb)








This is my first time pay a quick visit at here and i am really happy to read everthing at one place
PESAN JAHAT tidak terlalu berupa ucapan, tulisan tapi juga perilaku yang mempengaruhi orang lain berbuat yang sama. Padahal perilaku menyimpang yang dipertunjukan dimuka umum sama saja menyampaikan PESAN JAHAT. jadi orang terdidik sedikit napa? menggunakan nalar sehatnya.