Serius emak-emak ini dukung boti? Entar anaknya jadi korban (kena HIV/dibunuh) baru mewek-mewek

Serius emak-emak ini nggak tahu namanya branding diri agar si hompimpa (boti) bisa diterima masyarakat? Itu tuh namanya self branding agar minimal dia punya circle dulu, diterima, lalu terang-terangan di ruang publik seperti yang sekarang terjadi!

Topik seks dan kelamin bukan hal yang tabu?

Baik, mari kita bahas. Ada dua konteks yang harus diluruskan dulu.

Pertama, topik seks tidak tabu jika dibicarakan di ranah private dan sesama perempuan dan ahli.

Kedua, kamu bicarain masalah seks dan alat kelamin kepada lawan jenis di ranah publik dan terang-terangan dan pada yang bukan ahli. Ini dia masalahnya.

Elu punya mimiau sempurna dari tuhan tapi berguru sama bool? Logikanya di mana?

Kita konservatif makanya gak suka sama dia? Penyimpangan itu bukan masalah kita konservatif atau bukan, tapi masalah moral dan akhlak.

Moral dan akhlak urusan masing-masing? Nggak bisa dong ketika akhlak dan moral yang bobrok itu dipertontonkan di ranah publik. Harus ikut campur karena udah masuk ruang publik. Akhlak dan moral itu menjadi urusan masing-masing ketika kamu maksiat diam-diam tanpa diketahui publik!

Dia tidak menyakiti atau merugikan orang? Siapa bilang? Dia menyakiti dan pasti merugikan para orang tua jika hal ini dinormalisasi karena anak-anak yang polos akan meniru dengan sadar atau tidak, terlebih jika seseorang yang melihat itu memiliki kecenderungan. Maka mereka merasa ada teman dan makin beranilah dia.

Tidak menyebarkan pesan jahat? Eh, markonah, elu pikir pesan jahat itu hanya melalui kata-kata? Bukankah dia sering bermesaraan dengan pasangan sesama jenisnya yang kalian panggil abah itu? Bukankah dia sering berpenampilan tak pantas dan joget-joget pakai celana tipis dan kelihatan gondal-gandulnya? Itu tuh namanya unsur intrinsik/pesan yang tersirat dari penyimpangan yang dia lakukan! Buktinya sekarang kan kalian tertawa, ikut komentar menyebut gondal-gandulnya saat joget, ikut membayangkan ketika dia saling tusuk. Kalian udah nggak jijik lihat itu kan? Itu pesan agar dapat dinormalisasi. Pesan itu bukan cuma kata, tapi tindakan dapat menjadi pesan. Bunti tut tut, kedipan, dan cahaya saja bisa jadi sandi morse apalagi tindak-tanduk hombreng itwill, eh, itil.

Udah dapat logikanya.

(Rochy Mario Djafis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *